Page 212 - EBOOK_UMKM dan Globalisasi Ekonomi
P. 212

212
                                       UMKM dan Globalisasi Ekonomi



             jasa perdagangan sebagai fokus perhatian untuk pemulihan ekonomi.  Untuk
                                                                             15
             itu UMKM seharusnya menjadi Prioritas Kebijakan Ekonomi pemerintah
             kita. Baik dalam bentuk pemberian fasilitas dan proteksi maupun dalam
             kemudahan akses pada persoalan permodalan dan finasial. Kedua hal tersebut
             akan dibahas berikt ini.
             a. Dukungan Fasilitas Dan Proteksi Pemerintah

                Tantangan yang dihadapi UMKM sekarang bukan saja menyangkut faktor
             internal tetapi juga tantangan eksternal. Berbagai tantangan itu antara lain
             menyangkut masalah permodalan, pemasaran, dan teknologi yang berakibat
             pada rendahnya mutu produk dan tidak adanya kontinyuitas dalam
             berproduksi.
                Disinilah pentingnya peran intermediasi pemerintah untuk memperkuat
             kelembagaan UMKM. Dengan meningkatnya peranan pemerintah,
             diharapkan akan meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perbaikan
             kondisi perekonomian nasional, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja

             dan pengurangan tingkat pengangguran. Untuk itu perlu dilakukan penguatan
             secara kelembagaan terhadap UMKM, antara lain:
                Pertama, melalui institusional building (membangun institusi). Institusional
             building sangat penting bagi institusi yang akan mengembangkan diri menjadi
             lebih kuat dan berkelanjutan. Untuk itu ada beberapa hal prinsip yang dapat
             dilakukan, antara lain: melakukan strategic planning (perencanaan strategis),
             internalisasi budaya bisnis dan pengembangan sistem kelembagaan. Melalui
             proses strategic planning, UMKM akan mengembangkan institusinya sesuai
             dengan visi dan misi yang ditetapkan. Selain itu, core business-nya menjadi
             semakin fokus, jelas dan terukur. Dalam hal ini core business UMKM akan
             mengacu pada kemampuan SDM serta peluang yang ada, sesuai dengan

             keahlian dan kebutuhan konsumen.
                Kedua, networking (penguatan jaringan) UMKM. Data dari Biro Pusat
             Statistik menyebutkan bahwa terdapat Pada tahun 2007 jumlah populasi
             UKM mencapai 49,8 juta unit usaha atau 99,99 persen terhadap total unit
             usaha di Indonesia yang berjumlah 49,845 juta unit usaha. Sementara jumlah
             tenaga kerjanya mencapai 91,8 juta orang atau 97,3 persen terhadap seluruh
             tenaga kerja Indonesia yang berjumlah 94,3 juta pekerja. Hal ini menun-
   207   208   209   210   211   212   213   214   215   216   217