Page 425 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 425
Toponim Kota Yogyakarta 407
Sumber: Survei tahun 2019
Gapura Kampung
Giwangan (kiri) dan
Suasana Kampung
Giwangan (kanan)
2. Kampung Ponggalan
Tradisi lisan dan sejumlah unsur budaya yang masih hidup di tengah masyarakat, sejarah
nama Kampung Ponggalan diyakini berjejalin dengan dunia permainan tradisional.
Karena mengalami perubahan bunyi dan penyesuaian lidah, semula kata Ponggalan
adalah Panggalan. Menurut De Nooy dalam Javaansche Woordenlijst (1893), panggal
sebagai kata dasar Panggalan mengandung arti dolanan gangsingan. Demikian pula
dalam kamus Bausastra Jawa karangan Poerwadarminta (1939), panggal merupakan
gangsingan.
Beberapa tahun silam, Kampung Ponggalan dikenal publik lantaran masih melestarikan
permainan tradisional seperti gejog lesung dan tek-tek kentongan. Keramahan budaya
lokal yang dijadikan acuan masyarakat di tengah arus modernisasi menjadi petunjuk
penting bahwa daerah tersebut di masa lampau cukup akrab dengan permainan
tradisional, termasuk gangsingan. Bahkan, diduga kuat pada suatu masa warga lokal
memproduksi alat gangsingan. Dari hasil penggalian sejarah lisan, diketahui kampung
RW 06 Ponggalan menjadi satu-satunya kampung di sekitar kawasan Giwangan
yang masih melestarikan permainan tradisional. Ketua RW 06 Giwangan, Masiran

