Page 428 - Ebook_Toponim Jogja-
P. 428
410 Toponim Kota Yogyakarta
Gapura Kampung Sumber: Survei tahun 2019
Giwangan (kiri) dan
Suasana Kampung
Giwangan (kanan)
3. Kampung Mendungan
Dalam tradisi lisan, riwayat Kampung Mendungan diyakini bertemali dengan fenomena
alam yang lumrah terjadi di tengah masyarakat. Merujuk pada kamus Bausastra Jawa
garapan Poerwadarminta (1939), mendung berarti mega irêng (ngatarani arêp udan)
atau mega hitam sebagai tanda hari akan hujan. Tjokrodipuro dalam buku Dasanamajarwa
(1970) menyebut beberapa lema atau sinonim mendung, yakni danu, jaladha, têdhuh,
wangkawa, tibêng, limêng, dan rêmêng. Sukar disangkal, kekayaan istilah ini lahir berkat
kedekatan manusia Jawa dengan alam. Ekspresi manusia Jawa membaca gejala alam,
tanpa kecuali fenomena mendhung, sampai melahirkan toponim Mendungan.
Dalam budaya agraris, masyarakat Jawa di Yogyakarta sering mendapati mendung
tatkala memasuki mangsa kawolu atau bulan Februari. Kenyataan ini pernah diulas dalam
Kajawèn tahun 1931 dengan artikel berjudul “Kawontênan ing Môngsa Kawolu”. Dengan
irama tembang Megatruh, para pembaca dijelaskan ciri-ciri musim tersebut, salah

