Page 15 - Untitled-1
P. 15

produktif, akan sangat berpengaruh bagi ke-
                 Dalam situasi kemiskinan yang sangat   langsungan hidup keluarga.
           menyulitkan, keluarga benar-benar menghada-  Istri dan anak-anak bisa mengalami stres
           pi tekanan yang sangat berat. Pada pasangan   karena kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi,
           yang tidak memiliki daya resiliensi, kemiskinan   Demikian pula pada contoh istri yang mengala-
           mudah menyulut konflik hingga sampai tingkat   mi penyait berat yang membuatnya tidak mam-
           perceraian. Kemiskinan adalah faktor penyebab   pu melayani suami, bisa menjadi tekanan berat
           perceraian yang cukup tinggi di Indonesia.  bagi suami. Daya resiliensi pribadi maupun
                                                   keluarga sangat diperlukan dalam menghadapi
           Pengangguran                            masalah berat seperti ini.

                 Persaingan dunia kerja yang semakin   Ketidaksuburan Reproduksi
           keras menimbulkan risiko pengangguran yang
           lebih besar. Bukan hanya pada mereka yang    Salah satu tujuan menikah dan berumah
           tidak berpendidikan, risiko ini bisa menimpa   tangga adalah memiliki anak. Maka tatkala
           orang-orang dengan pendidikan tinggi seka-  dalam pernikahan tidak bisa memiliki keturunan
           lipun, karena tidak berhasil mendapatkan job   karena ketidaksuburan reproduksi, bisa memu-
           yang sesuai dengan kapasitas keilmuannya.   nculkan persoalan tersendiri yang cukup pelik.
                                                   Kadang terjadi suasana saling menyalahkan an-
           Perceraian                              tara suami dan istri, keduanya saling menuduh
                                                   pasangannya sebagai pihak penyebab tidak
                 Perceraian menimbulkan tekanan    memiliki anak.
           kejiwaan baik pada pihak suami, istri maupun
           anak-anak. Kebersamaan yang sudah dinik-     Hasil check medis kadang bertolak be-
           mati selama bertahun-tahun, harus rusak oleh   lakang, yang justru semakin membuat keduan-
           persoalan tertentu yang berdampak perceraian.   ya saling menyalahkan. Jika kedua belah pihak
           Setelah bercerai, masalah muncul lagi pada   memiliki daya resiliensi tinggi, situasi seperti ini
           masing-masing anggota keluarga, terlebih pada   akan bisa diatasi dengan baik.
           anak-anak. Mereka bisa mengalami alienasi
           (keterasingan), kesepian, kehilangan figur,   Perkembangan Teknologi
           kehilangan kehangatan, karena perubahan pola
           dalam kehidupan.                             Sangat banyak dijumpai keretakan
                                                   dan kehancuran keluarga dipicu oleh faktor
           Kematian Anggota Keluarga               teknologi komunikasi dan informasi yang terlalu
                                                   deras dan tidak bijak dalam memanfaatkann-
                 Kematian salah satu anggota keluarga   ya. Akhirnya teknologi menjadi petaka dalam
           menimbulkan tekanan dan persoalan ke-   keluarga. Muncul pihak ketiga melalui fitur-fitur
           hidupan. Kehilangan orang yang dicintai bisa   komunikasi, ketidaksetiaan telah dipermudah
           menjadi penyebab stres dalam waktu pan-  oleh perkembangan teknologi.
           jang dan memengaruhi kestabilan kehidupan
           keluarga. Ditinggal mati suami, ditinggal mati   Perkembangan Sosial, Budaya dan Politik
           istri, anak, atau orang tua, bisa menjadi faktor
           pemicu stres yang harus disiapkan dan dikelola   Salah satu faktor eksternal yang bisa
           dengan baik.                            memicu stress pada pribadi dan keluarga adalah
                                                   perkembangan sosial, budaya dan juga politik.
                 Pada pribadi dan keluarga yang memiliki   Situasi kehidupan yang terus menerus berubah,
           resiliensi tinggi, kematian salah seorang dari   tuntutan hidup yang terus berkembang, sering
           anggota keluarga tidak akan menimbulkan stres   kali tidak diikuti dengan kemampuan untuk
           berkepanjangan. Mereka bisa bersikap dengan   segera beradaptasi. Apalagi pergaulan di zaman
           matang dan dewasa, sehingga kesedihan yang   cyber saat ini tidak lagi terbatas pada lokal yang
           muncul tidak sampai berlarut-larut.     sempit, namun sudah menjadi pergaulan global
                                                   yang tidak memiliki batas-batas wilayah yang
           Penyakit Kronis                         tegas.
                 Penyakit kronis dan parah yang dider-  Akhirnya berbagai pengaruh dengan
           ita salah satu anggota keluarga bisa menjadi   mudah masuk dalam kehidupan pribadi dan
           sumber stres yang berkelanjutan. Pada contoh   keluarga. Ketidaksiapan mengantisipasi peru-
           suami sebagai tulang punggung ekonomi kel-  bahan-perubahan kondisi sosial, budaya dan
           uarga, apabila mendadak mengalami penyakit   politik, bisa memicu resiko stres pada pribadi
           parah yang membuatnya tidak mampu bekerja   dan keluarga.{}

                                                   Majalah Barakah / Edisi Oktober-November 2018   15
   10   11   12   13   14   15   16   17   18   19   20