Page 145 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 145
Inspiring Lecture Paragon
Theosentris Dalam Pendidikan Zaman Now
Muhammad Ghalih, S.I.Kom., M.Sc
Politeknik Negeri Tanah Laut
Pendidikan sangat berperan dalam pembangunan, tentu saja,
setidak-tidaknya memiliki dua pertimbangan, yaitu secara fungsional
dan secara sosialisasi. Paradigma fungsional melihat bahwa
keterbelakangan dan kemiskinan lebih disebabkan karena masyarakat
tidak cukup memiliki ilmu pengetahuan, kemampuan dan sikap
modern. Sehingga muncul human investment, yang menyatakan
bahwa investasi dalam diri manusia lebih menguntungkan, memiliki
economic rate of return yang lebih tinggi dibandingkan dengan
investasi dalam bidang fisik. Kecuali itu, hasil dari human investment
perlu waktu jangka panjang dan perencanaan yang matang.
Sedangkan paradigma sosialisasi memandang peranan pendidikan
adalah (1) pengembangan kompetensi individu; (2) peningkatan
produktivitas dan (3) peningkatan intensitas upaya masyarakat dalam
meraih kemajuan hidup secara keseluruhan.
Atas pertimbangan ini, lahirlah gerakan pembaharuan
pendidikan yang disebut educational for all, yaitu pendidikan harus
bisa diakses oleh seluruh warga masyarakat, bilamana suatu
masyarakat menginginkan kemajuan. Paradigma pendidikan yang
bersifat analitis-mekanistis dengan mendasarkan pada doktrin
reduksionisme dan mekanistik. Reduksionisme pendidikan melihat
peserta didik secara tidak utuh dan terpecah-belah. Akibat dari
penglihatan ini maka sistem pendidikan lebih mementingkan
13
3

