Page 147 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 147

Inspiring Lecture Paragon

               sebagai abdun dan khalifah  Allah dalam rangka membantu subyek

               didik  pengaktualisasian  potensi  yang  dimilikinya  secara  utuh

               sehingga menjadi manusia mandiri, kreatif, dan sadar akan hakikat
               dirinya  dan  kehadiran  Tuhan  dalam  jiwanya.  Sebagai  makhluk

               religius  serta  individu  yang  diberi  kesempatan  oleh  Allah  untuk
               mengembangkan potensi-potensinya secara optimal sehingga mereka

               memiliki kecakapan untuk hidup selaras dengan kondisi pribadi dan
               lingkungannya.  Pendidikan  humanistik  sangat  menghormati  harkat

               dan martabat manusia (mahasiswa) termasuk apa yang ada dalam diri

               mahasiswa untuk dikembangkan sendiri secara penuh. Oleh karena
               itu, faktor yang paling penting dalam pendidikan humanistik adalah

               upaya  memunculkan  dan  menumbuhkan  kesadaran  dalam  diri

               manusia  didik  yang  sedang  mengalami  pertumbuhan  dan
               pembentukan jati diri. Hal ini bertujuan agar mereka dapat mengenal,

               memahami, dan mengakui secara realistis kenyataan dirinya sebagai
               makhluk unik yang multidimensional.

                      Sebagai makhluk multidimensi, manusia juga serba meliputi
               yang berada pada posisi unik antara hewan dan malaikat, ia memiliki

               sifat-sifat kehewanan (nafsu bahimiyah) dan sifat-sifat kemalaikatan

               (nafsu  malakiyyah)  ketika  ia  sukses  melaksanakan  tugas
               kehidupannya  sebagai  khalifatullah  dan  abdullah  di  muka  bumi.

               Ketika ilmu pengetahuan masih terbatas, ketika penemuan baru belum
               berkembang  pesat,  peran  pendidik  (dosen)  di  kampus  adalah

               menyampaikan ilmu pengetahuan sebagai warisan kebudayaan masa

               lalu  yang  dianggap  berguna,  sehingga  harus  dilestarikan.  Dalam
               kondisi  seperti itu  guru berperan  sebagai  sumber belajar (learning



                                                                               13
                                                                               5
   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151   152