Page 146 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 146

Inspiring Lecturer Paragon


            formalisasi  dari  pada  substansinya.  Nilai,  ranking,  indeks  prestasi,

            dan ijazah, menjadi lebih penting dari pada pembentukan kepribadian
            mahasiswa secara utuh. Sementara paradigma mekanistik, pendidikan

            dipandang  sebagai  input-proses-output,  yang  menjadikan  kampus
            sebagai proses produksi. Peserta didik dipandang sebagai raw-input,

            sementara  dosen,  kurikulum,  dan  fasilitas  diperlakukan  sebagai
            instrumental input. Jika raw-input baik, maka menghasilkan proses

            yang baik dan akhirnya baik pula produk yang dihasilkan. Paradigma

            pendidikan  model  ini  jelas  mempunyai  banyak  kelemahan,
            diantaranya  sistem  yang  bersifat  mekanistik  dan  mahasiswa

            diperlakukan bagai barang produksi.
                   Para pengambil kebijakan pemerintah menjadikan pendidikan

            sebagai  engine of  growth,  penggerak dan lokomotif  pembangunan.
            Sebagai  penggerak  pembangunan  maka  pendidikan  harus  mampu

            menghasilkan  invention  dan  innovation,  yang  merupakan  inti

            kekuatan pembangunan. Dalam prakteknya, agar proses pendidikan
            efesien dan efektif, pendidikan harus diorganisir dalam suatu struktur

            manajemen  yang  sentralistik  agar  mudah  dikontrol,  kurikulum

            ditentukan  dari  pusat,  dan  evaluasi  akhir  untuk  mengukur  capaian
            yang sudah diperoleh bersifat tunggal. Akibat pendidikan kehilangan

            kreatifitas dan keberagaman menjadi mati dalam praktek pendidikan.
            Theosentris Dalam Pendidikan Zaman Now yang dimaksudkan di sini

            adalah  sebuah  model  praktik  pendidikan  yang  diselenggarakan  di
            lembaga  pendidikan  formal  dengan  menjunjung  tinggi  nilai-nilai

            kemanusiaan,  yaitu  pendidikan  yang  menekankan  pengembangan

            potensi manusia supaya mampu memerankan fungsi kemanusiaannya

            134
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151