Page 158 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 158
Inspiring Lecturer Paragon
bicara dalam kondisi daerah selain kota-kota besar. Masalah fasilitas
ini juga sangat terasa terutama dalam kondisi pandemi seperti yang
saaat ini sedang dialami. Pembelajaran yang tidak bisa dilaksanakan
secara tatap muka mengakibatkan proses interaksi antara dosen dan
mahasiswa menjadi sangat terhambat dan akhirnya menurunkan
kualitas proses belajar itu sendiri. Kemudia masalah berlanjutpada
efektivitas pendidikan yang berlangsung. Kurikulum yang dihadrikan
bagi mahasiswa juga dirasakan tidak mampu mendukung pada proses
pengembangan dirinya. Pembentukkan kurikulum di Indonesia
terbelenggu oleh tuntutan akreditasi sehingga menurunkan
kemampuannya untuk memfasilitasi perkembangan mahasiswa.
Institusi pendidikan kemudia menjadi terfokus untuk menjangkau
nilai akreditasi yang diharapkan dan memberikan tuntutan yang lebih
besar bagi mahasiswa. Kembali lagi permasalahan terkait dengan
birokrasi dan administrasi menjadi belenggu bagi proses
perkembangan mahasiswa yang kemudian diharapkan mampu
menjadi individu yang kompeten dan berdaya saing oleh industri.
Institusi pendidikan yang seharusnya fokus pada membentuk media
proses belajar bagi mahasiswa fokusnya beralih pada kemampuan
untuk memenuhi tuntutan birokrasi dan administrasi. Dan pada
akhirnya kritik kembali didapatkan oleh institusi pendidikan karena
dianggap tidak mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan
kebutuhan industri.
Jika kembali fokus peran masing-masing kemudian berupaya
untuk bekerja bersama, pada dasarnya ketiganya akan mampu
menghasilkan cita-cita dunia pendidikan Indonesia seperti yang
146

