Page 154 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 154
Inspiring Lecturer Paragon
membentuk mereka menjadi individu yang siap untuk menghadapi
kondisi sebenarnya di lapangan. Program-program terkait pengabdian
kepada masyarakat juga dapat menjadi media untuk menghasilkan
individu yang dekat dengan lingkungan sosialnya sehingga
membentuk mereka untuk bisa menghasilkan solusi bagi
permasalahan lingkungan. Pada sistem ini juga mahasiswa
dibebaskan untuk menentukan warna dirinya sesuai dengan cakupan
bidang keilmuan yang dijalani, dibantu oleh institusi pendidikan
sebagai fasilitator dalam prosesnya.
Namun permasalahan kemudian muncul ketika bicara pada
bagian implementasi. (Susetyo, 2020) mengungkapkan bahwa
terdapat 13 permasalahan yang mungkin terjadi yaitu : (1) tujuan
pendidikan; (2) kebijakan masih parsial; (3) aturan atau panduan
untuk pelaksanaan kurikulum MBKM; (4) pola pikir pihak yang
menjalankan program; (5) penyusunan kurikulum di Program Studi;
(6) pelaksanaan kerjasama dengan perguruan tinggi lain; (7)
kerjasama dengan lembaga lain,industri dan perusahaan; (8)
pengambilan mata kuliah di Prodi lain; (9) pelaksanaan praktik di
industri maupun perusahaan; (10) dana yang diperlukan untuk praktik
dan magang bagi mahasiswa; (11) sistem administrasi akademik; (12)
kondisi pandemi yang saat ini sedang dihadapi; serta (13) penyiapan
SDM dalam proses implementasi program. Dari berbagai masalah
yang telah disebutkan, umumnya kemungkinan permasalahan ada
pada proses implementasi. Dan pada kenyataannya memang program
MBKM ini menjadi tantangan besar bagi institusi pendidikan
mengingat begitu beragamnya tingkatan dan kemampuan dari
142

