Page 24 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 24
Inspiring Lecturer Paragon
UNUSIA Jakarta bernam e campus meskipun berbeda istilah antara
perguruan tinggi satu dengan perguruan tinggi yang lain namun
mempunyai fungsi yang sama yaitu media pembelajaran antara dosen
dan mahasiswa untuk persensi, penyampaian RPS, Tugas, dll. Penulis
sendiri menggunakan social media seperti youtube dan tiktok sebagai
salah satu tambahan media pembelajaran asynchronous untuk
menyasar mahasiswa sebagai generasi milenial atau kawula muda.
Kelebihan atau keuntungan metode pembelajaran
Synchronous dan Asynchronous ini adalah bagi mahasiswa atau
peserta didik yang ada kendala jaringan/internet bisa menggunakan
metode Asynchronous dimana materi seperti video, modul, makalah,
ppt bisa diulang-ulang untuk dibaca, dipelajari dan diakses
dimanapun dan kapanpun. Ada pepatah yang mengatakan “lain
ladang, lain ikannya. Lain orang, lain pula gaya belajarnya” pepatah
tersebut memang pas untuk menjelaskan fenomena bahwa tidak
semua mahasiswa/peserta didik mempunyai gaya belajar yang sama
termasuk kemampuan seseorang untuk memahami dan menyerap
pelajaran pasti berbeda-beda, ada yang menyerap dengan cepat,
sedang ataupun lambat. (Hamzah, 2006) sehingga dengan adanya
metode pembelajaran Asynchronous ini akan membantu mahasiswa
untuk mereview kembali pelajaran/materi yang sudah disampaikan
melalui laman learning management system.
Salah satu langkah atau strategi untuk meningkatkan daya
saing mahasiswa saat pembelajaran daring, dosen bisa membuat
challenge/project base learning/ problem base learning kepada
mahasiswa untuk menganalisis isu/permasalahan terkini menjadi
1
2

