Page 84 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 84
Inspiring Lecturer Paragon
kesenjangan. Menciptakan siswa sebagai pembelajar aktif mungkin
dengan mudah dilakukan oleh guru-guru yang ada di kota-kota besar,
namun tidak bagi guru-guru di daerah-daerah pelosok yang ada di
Indonesia. Guru-guru dipelosok dirasa belum mendapatkan
pelatihan, bahan ajar dan fasilitas yang memadai, termasuk persoalan
gaji guru-guru honorer yang belum tercukupi. Permasalahan-
permasalahan yang diutarakan ini jelas di luar jangkauan pihak
sekolah dan para pendidik. Itu adalah ranahnya para pemangku
kekuasaan. Akan tetapi, apakah para pendidik harus menyerah begitu
saja dengan keadaan? Jelas tidak, Sekolah dan Pendidik harus
menghadirkan “pemancah” yang jelas. Tujuannya, pendidikan bukan
hanya sekedar ajang untuk berkompetisi dalam mencari nilai, tapi apa
yang diperoleh di sekolah haruslah bermanfaat untuk masyarakat.
Hadirkan Pemancah Yang Kuat
Sebenarnya, Kurikulum 2013 yang diterapkan di Indonesia
sekarang sudah menekankan arti pentingnya berkontribusi pada
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bahkan terhadap
peradaban dunia. Dimana kompetensi seperti spiritual, sosial,
pengetahuan dan keterampilan adalah fondasi utamanya. Namun,
menurut hemat penulis, seperti tidak ada “pemancah” yang
ditawarkan disana. Siswa hanya diharapkan bisa memberikan dampak
langsung terhadap kehidupan masyarakat. Tapi tidak ada hal khusus
yang diberikan untuk bisa menjembatani mereka untuk mencapai
tujuan tersebut. Contohnya, dengan memberikan program-program
72

