Page 86 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 86

Inspiring Lecturer Paragon


            kota-kota besar jelas lebih mumpuni jika dibandingkan dengan yang

            ada di daerah-daerah. Meskipun tak selalu begitu dalam perbandingan
            setiap individu, namun secara umum jurang perbedaan ini jelas ada

            dan gamblang terjadi.
                   Anak-anak yang hidup di kota-kota besar, jelas punya akses

            istimewa.  Fasilitas  pendidikan  yang  memadai,  akselerasi  media
            informasi, ketersediaan tenaga pendidik, dan hal-hal eksklusif lainnya

            jelas dengan mudah mereka rengkuh. Namun, apakah dengan jurang

            perbedaan  itu,  kualitas  pendidikan  di  daerah-daerah  tidak  bisa
            didongkrak?

                   Hipotesis  saya, antara bisa  dan tidak  bisa. Bisa, jika  setiap
            pihak  yang  terlibat  dalam  bidang  pendidikan  punya  kemauan  kuat

            untuk  itu.  Tidak  bisa,  jika  pendidikan  di  daerah-daerah  hanya
            terkungkung  dalam  lingkaran  konvensional,  terpaku  dari  program

            pendidikan  turunan  dari  pemerintah  pusat,  dan  enggan  melakukan

            terobosan-terobosan dan kreasi. Oleh karena itu, sistem pendidikan di
            daerah harus keluar dari status quo. Harus meloloskan diri dari pakem

            normal.  Kita  butuh  terobosan  radikal.  Garis  start  pendidikan  di

            daerah-daerah jelas berbeda dengan kota-kota besar di Indonesia.
                   Pendidikan di kota-kota besar mungkin akan tetap maju jika

            mengikuti pakem baku dari pemerintah pusat. Kalau daerah? Harus
            kontemplatif dan  menelurkan  program-program khusus. Jika tidak,

            pendidikan  di  daerah-daerah  akan  berantakan  (kalau  tidak  mau
            dikatakan  gagal).  Salah  satu  contohnya,  mungkin  dengan

            mengejawantahkan  metode  dari  seorang  pejuang  dan  tokoh

            pendidikan asal Brazil, Paulo Freire. Freire mengedepankan proses

            74
   81   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91