Page 85 - Gagasan Inovasi Pendidikan Volume 1
P. 85
Inspiring Lecture Paragon
spesifik yang memantik siswa untuk berkontribusi langsung terhadap
masyarakat luas.
Sekolah-sekolah hanya terjebak oleh perangkap Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM). Siswa-siswa hanya diharapkan bisa
melewati kriteria nilai yang ditetapkan, bukan berkontribusi langsung
terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Hal ini jelas bukan
kesalahan mutlak sekolah maupun guru. Kita hanya butuh sedikit
terobosan.
Contohnya, terobosan yang pernah dilakukan oleh Paolo
Freire di Guinea-Bissau, negara di Afrika Barat yang pendidikannya
pernah dipoles oleh Freire. Dimana Freire pernah dengan heroik
menerobos sistem pendidikan disana. Freire menerapkan sebuah
praktik pendidikan dimana tujuan pendidikan adalah untuk merespon
kebutuhan masyarakat yang paling mendesak. Semua siswa juga
bebas memilih sektor mana yang akan digeluti, asal semuanya
bermuara kepada kebutuhan khalayak luas. Artinya, “pemancah”
yang diberikan sangat jelas, bukan abu-abu seperti di Kurikulum
2013. Lalu seperti apa pemancah tersebut?
Pemancah 1: Proses Belajar Merdeka Berbasis Investigasi
Kenyataan
Tidak Apple to Apple, alias dua hal yang tidak bisa
dikomparasikan. Begitu pendapat penulis ketika melihat sebuah
realitas yang ada. Kondisi tentang mengangahnya jurang perbedaan
kualitas pendidikan yang ada di daerah dibandingkan dengan yang
ada di kota-kota besar. Harus diakui, kualitas pendidikan yang ada di
73

