Page 299 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 299
yang mana tidak berhubungan dengan aktivitas kepemiluan. Aplikasi-
aplikasi yang dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan per-bagian,
sehingga aplikasi yang ada masih terpisah-pisah (silo). Beberapa aplikasi
yang tergolong Sistem Administrasi adalah SIADKA, SIM2P, dan E-
Kolaborasi. Kedepannya diperlukan sebuah pengembangan aplikasi yang
terintegrasi, terutama untuk aplikasi E-Monev, SIADKA, SIM2P,
SIPRENJA, SIMONIKA/Keuangan, SIASET, Helpdesk, SIJADWAL, dan SI
audit.
3. Sistem Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management System)
merupakan kumpulan sistem informasi yang berfungsi untuk mengelola
aset informasi dan pengetahuan yang dimiliki oleh KPU. KMS bermanfaat
untuk memudahkan pengguna mengakses pengetahuan, memudahkan
penyebaran pengetahuan, dan meningkatkan ketersediaan
pengetahuan. Pengetahuan perlu dikelola dengan tepat, terutama yang
berhubungan dengan metode penyimpanan, modifikasi, retention,
privacy, dan disposal. Pengelolaan pengetahuan yang sesuai dengan
karakteristik operasional KPU, dapat meningkatkan nilai dan kinerja
operasional KPU, serta kemudahan mencapai obyektif dan tujuan
organisasi. Beberapa aplikasi yang dikategorikan ke dalam knowledge
management system antara lain JDIH, e-collaboration, e-documents dan
tacit knowledge.
4. Pengelolaan Data (Data Governance) merupakan konsep atau kerangka
kerja yang diimplementasikan KPU untuk menjaga kualitas data. Konsep
data governance mencakup aktivitas perencanaan, penstandarisasian,
pengumpulan, pengelolaan, penyimpanan, pendaya-gunaan, dan
memanfaatkan data yang dimiliki, sehingga data yang dihasilkan lebih
akurat, benar, tersedia, integritas, dan aman. Dalam penerapan data
governance diperlukan beberapa teknologi database pendukung seperti
master data dan data warehouse.
5. Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information Systems) merupakan
kumpulan aplikasi yang digunakan sebagai pendukung keputusan yang
dibutuhkan oleh para eksekutif dan pimpinan KPU. Hasil dari sistem
informasi executive information systems berupa data analytical dan
dashboard yang dijadikan barometer penentuan keputusan. Data-data
yang diolah dalam executive information system merupakan data yang
memiliki nilai informatif serta strategis sebagai pendukung keputusan
BAB 6 – MANAJEMEN PENYELENGGARA PEMILU 283

