Page 304 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 304

BAB 7
                                PENEGAKAN HUKUM PEMILU
                                                                      1
                      DAN PENYELESAIAN MASALAH HUKUM PEMILU

                                        Titi Anggraini




        A. Pengantar


           Sejarah politik Indonesia kontemporer mencatat bahwa setiap pelaksanaan
           pemilu  selalu  saja  muncul  protes  yang  meragukan  proses  ataupun  hasil
           pemilu.  Hal  ini  tidak  hanya  terjadi  pada  pemilu-pemilu  pada  masa  Orde
           Baru, tetapi juga pemilu pasca reformasi. Bahkan Pemilu 1955 yang dikenal
           sebagai pemilu paling bersih pun tidak luput dari protes. Munculnya protes
           ketidakpuasan  terhadap  proses  maupun  hasil  pemilu  itu,  di  satu  sisi,
           disebabkan oleh banyaknya pelanggaran terhadap peraturan pemilu yang
           tidak diselesaikan secara tuntas; namun di sisi lain, disebabkan juga dari
           perasaan diperlakukan tidak adil oleh penyelenggara pemilu (Topo Santoso
           2006).


           Dalam usaha mewujudkan pemilu yang jujur dan adil dan juga dalam rangka
           menghindari  terjadinya  delegitimasi  pemilu  di  masa  depan,  masalah-
           masalah  penegakan  hukum  pemilu  itu  harus  diselesaikan  secara
           komprehensif.  Langkah  pertama  yang  perlu  dilakukan  adalah
           mengidentifikasi  sebab-sebab  munculnya  masalah  penegakan  hukum;
           selanjutnya  dicarikan  solusi  komprehensif  untuk  mengatasi  masalah
           tersebut  sehingga  akhirnya  terwujud  suatu  sistem  penegakan  hukum
           pemilu yang mampu menjamin penyelenggaraan pemilu yang jujur dan adil.

           Adanya  keberatan/masalah  hukum  pemilu  bukan  berarti  menunjukkan
           kelemahan  dalam  penyelenggaraan  pemilu.  Keberatan  atau  masalah
           hukum pemilu merupakan sesuatu yang lazim dalam pemilu karena pada
           hakikatmya pemilu adalah kompetisi. Menggugat proses dan hasil pemilu
           tidak boleh dipandang sebagai cerminan lemahnya sistem pemilu/sistem

        1   Bab ini merupakan revisi atas materi yang sama pada buku berjudul Fondasi Tata Kelola Pemilu (2017)
          yang ditulis oleh Topo Santoso dkk. Data dan peraturan pemilu terkini dikembangkan oleh penulis.
    288     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   299   300   301   302   303   304   305   306   307   308   309