Page 305 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 305
hukum pemilu, tetapi justru bukti kekuatan, vitalitas, dan keterbukaan
sistem politik.
Meningkatnya jumlah dan variasi gugatan atau permohonan penyelesaian
sengketa/pelanggaran pemilu adalah salah satu bagian dari implikasi
meningkatnya pemahaman publik tentang bagaimana proses/mekanisme
mengembalikan hak-hak kepemiluan yang diduga telah dilanggar. Election
Dispute Resolution (EDR) System (sistem penyelesaian perselisihan pemilu)
menjamin stabilitas sistem politik dan bekerjanya perangkat hukum dalam
masyarakat.
Keadilan pemilu merupakan instrumen penting untuk menegakkan hukum
dan menjamin penerapan prinsip demokrasi melalui pelaksanaan pemilu
yang bebas, adil dan jujur. Sistem ini dikembangkan untuk mencegah dan
mengidentifikasi ketidakberesan pada pemilu, sekaligus sebagai sarana dan
mekanisme pembenahan dan pemberi sanksi kepada pelaku pelanggaran.
Desain dan implementasi sistem keadilan pemilu harus memperhatikan siklus
pemilu mengingat hampir seluruh kegiatan dalam pemilu berpotensi
menimbulkan sengketa dan pelanggaran. Penanganannya juga harus
menyesuaikan dengan waktu tahapan dan periode pemilu yang sedang
berjalan. Hal ini bertujuan untuk menjamin agar setiap tahapan pemilu dapat
berjalan tanpa hambatan sehingga proses pemilu dapat berjalan lancar.
Bab ini mengambil fokus pembahasan sebagai berikut: pertama, kerangka
hukum dan standar internasional penyelesaian masalah hukum pemilu;
kedua, prinsip-prinsip penyelesaian pelanggaran dan sengketa pemilu;
ketiga, jenis-jenis pelanggaran dan sengketa; keempat, penanganan
pelanggaran pemilu; kelima, penyelesaian sengketa proses pemilu;
penyelesaian perselisihan hasil pemilu.
B. Kerangka Hukum Pemilu dan Standar Internasional Penegakan Hukum
Pemilu
Standar internasional untuk menghasilkan pemilu yang demokratis adalah
syarat mutlak dalam kerangka hukum yang harus diimplementasikan dalam
pelaksanaan pemilu. Standar ini bersumber pada berbagai deklarasi dan
BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU 289

