Page 309 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 309

a. Pengaturan yang Transparan, Jelas dan Sederhana


                 International  IDEA  menggunakan  istilah  "transparansi,  kejelasan  dan
                 kesederhanaan  dalam  menyusun  pengaturan  penyelesaian  sengketa
                 pemilu".  Sistem  penyelesaian  sengketa  Pemilu  yang  ideal  tentu
                 memerlukan kejelasan dan kesederhanaan. Undang-undang dan peraturan
                 yang dibuat harus menggunakan bahasa yang jelas dan sederhana sehingga
                 membuka  akses  keadilan  dan  memberikan  kepastian  hukum.  Ketentuan
                 dari undang-undang tersebut juga harus disebarkan ke komunitas dimana
                 pemilu diselenggarakan untuk memastikan bahwa undang-undang tersebut
                 transparan  dan  mudah  dipahami  pihak  terkait  (Jesus  Orozco-Henriques
                 2010).


                 Sedangkan  International  Foundation  for  Electoral  System  (IFES)
                 menerjemahkan prinsip transparansi, kejelasan dan kesederhanaan dalam
                 menyusun     pengaturan     penyelesaian    sengketa    pemilu    dengan
                 menggunakan  istilah  "standar  dan  prosedur  pemilu  yang  didefinisikan
                 secara  jelas".  Prinsipnya  sama  yakni  perlu  adanya  pengaturan  yang
                 mendefinisikan hak para pihak untuk memperoleh pemulihan dan jaminan
                 pelaksanaan  pemilu  berkala,  yang  bebas  dan  adil  (Violaine  Autheman,
                 2004). Langkah pengajuan keberatan harus diatur secara jelas dan dapat
                 diakses  untuk  memberikan  informasi  yang  cukup  kepada  pemangku
                 kepentingan.

                 Pengaturan tentang prosedur pengajuan gugatan yang terdefinisi dengan
                 jelas merupakan kunci untuk menghindari pengajuan gugatan ke lembaga
                 yang  berbeda-beda. Artinya,  harus  ada pengaturan  yang  jelas  dan  tegas
                 untuk memberikan kepastian dalam pengajuan keberatan/gugatan hanya
                 kepada  satu  lembaga  khusus.  Pengaturan  demikian  penting  untuk
                 menghindari pengajuan keberatan kepada beberapa lembaga yang berbeda
                 untuk mendapatkan putusan yang paling menguntungkan. Akan berbahaya
                 jika  kemudian  lembaga  berbeda  atas  kasus  yang  sama  menghasilkan
                 putusan yang beragam.


                 b. Mekanisme yang Efektif dan Komprehensif

                 Prosedur penyelesaian pelanggaran dan sengketa pemilu harus terjangkau
                 dan mudah diakses baik dari segi waktu, jarak, dan biaya. Prosedur harus


                              BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU     293
   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313   314