Page 308 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 308

Untuk memastikan terjaminnya prinsip-prinsip penegakan hukum tersebut,
           International  IDEA  mengajukan  empat  daftar  periksa  terhadap  materi
           kerangka hukum yang akan mengatur penyelenggaraan pemilu, yakni (Topo
           Santoso, 2006):

           1. Apakah  peraturan  perundang-undangan  pemilu  mengatur  mekanisme
              dan  penyelesaian  hukum  yang  efektif  untuk  keperluan  penegakan
              hukum pemilu?
           2. Apakah peraturan perundang-undangan pemilu secara jelas menyatakan
              siapa  yang  dapat  mengajukan  pengaduan pelanggaran  atas  peraturan
              perundang-undangan  pemilu?  apakah  juga  dijelaskan  proses  untuk
              pengajuan pengaduan tersebut?
           3. Apakah  peraturan  perundang-undangan  pemilu  mengatur  hak
              pengajuan banding atas keputusan lembaga penyelenggara pemilu ke
              pengadilan yang berwenang?
           4. Apakah peraturan perundang-undangan pemilu mengatur batas waktu
              pengajuan,  pemeriksaan,  dan  penentuan  penyelesaian  hukum  atas
              pengaduan?

           Dengan  demikian,  kerangka hukum dengan dasar argumen  yang disertai
           mekanisme yang jelas dan tepat maka akan memudahkan bagi para pihak
           yang merasa diperlakukan tidak adil dapat mengajukan proses keberatan
           tersebut.

                                                                          2
        C. Prinsip-prinsip Penyelesaian Pelanggaran dan Sengketa Pemilu

           Menurut  International  IDEA  (2010)  dan  Vickery  (2011),  paling  tidak  ada
           tujuh prinsip dalam penyelesaian pelanggaran dan sengketa pemilu yang
           perlu  diimplementasikan  dalam  pelaksanaan  pemilu,  yakni:  pengaturan
           yang  transparan,  jelas,  dan  sederhana;  mekanisme  yang  efektif  dan
           komprehensif; bebas dan biaya yang wajar; kerangka hukum dan peradilan
           yang  cepat;  Hak-hak  untuk  pembelaan  atau  mendengar  dalam  proses
           hukum; ketepatan waktu penegakan hukum dan keputusan (Full and Timely
           Enforcement of Judgments and Rulings); Konsistensi dalam Penafsiran dan
           Penerapan Hukum Pemilu.

        2  Prinsip-prinsip  ini  disarikan  dari  prinsip-prinsip  penyelesaian  masalah  hukum  pemilu  sebagaimana
          dicakup  dalam  Buku  Keadilan  Pemilu  yang  diterbitkan  oleh  International  IDEA  (2010)  dan  Buku
          berjudul Guidelines for Understanding, Adjudicating, and Resolving Disputes in Election (GUARDE) yang
          ditulis oleh Chad Vickery dan diterbitkan oleh IFES (2011).
    292     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   303   304   305   306   307   308   309   310   311   312   313