Page 306 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 306

konvensi  internasional  maupun  regional,  seperti  Deklarasi  Universal  Hak
           Asasi  Manusia  1948,  Perjanjian  Internasional  tentang  Hak-Hak  Sipil  dan
           Politik 1960, Konvensi Eropa 1950 untuk Perlindungan Hak Asasi Manusia
           dan Kebebasan Asasi serta Piagam Afrika 1981 tentang Hak Asasi Manusia
           dan Masyarakat.

           Berdasarkan dokumen tersebut, dirumuskan 15 aspek pemilu demokratis
           (International IDEA, 2002) yang meliputi:

           1.  Penyusunan kerangka hukum pemilu;
           2.  Pemilihan sistem pemilu;
           3.  Penetapan daerah pemilihan;
           4.  Hak untuk memilih dan dipilih;
           5.  Badan penyelenggara pemilu;
           6.  Pendaftaran pemilih dan daftar pemilih;
           7.  Akses kertas suara bagi Parpol dan Calon;
           8.  Kampanye pemilu yang demokratis;
           9.  Akses media dan kebebasan berekspresi;
           10.  Pembiayaan dan pengeluaran;
           11.  Pemungutan suara;
           12.  Penghitungan dan rekapitulasi suara;
           13.  Peranan wakil Parpol dan Calon;
           14.  Pemantau Pemilu;
           15.  Kepatuhan terhadap hukum dan penegakan peraturan Pemilu.

           Berdasarkan lima belas butir di atas, akan diuraikan lebih lanjut tentang
           standar  pertama  tentang  “penyusunan  kerangka  hukum”  dan  standar
           kelima  belas  tentang  “kepatuhan  terhadap  hukum  dan  penegakan
           peraturan Pemilu.” Standar pertama tentang penyusunan kerangka hukum
           dimaksudkan  bahwa  kerangka  hukum  pemilu  harus  disusun  sedemikian
           rupa sehingga tidak bermakna ganda, mudah dipahami, dan harus dapat
           menyoroti semua unsur sistem pemilu yang diperlukan untuk memastikan
           pemilu  yang  demokratis.  Sedangkan  standar  kelima  belas  mengenai
           kepatuhan  terhadap  hukum  dan  penegakan  peraturan  pemilu  berarti
           bahwa  kerangka  hukum  pemilu  harus  mengatur  mekanisme  dan
           penyelesaian  hukum  yang  efektif  untuk  menjaga  kepatuhan  terhadap
           undang-undang pemilu. Dalam hal ini hak memilih dan dipilih setiap warga
           harus  dijamin  dan  pelanggaran  terhadap  penggunaan  hak  memilih  dan



    290     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   301   302   303   304   305   306   307   308   309   310   311