Page 312 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 312

Prinsip peradilan cepat juga menjadi salah satu asas dalam berperkara di
           pengadilan.  Pasal  2  ayat  (4)  Undang-Undang  Nomor  48  Tahun  2009
           menyebutkan  bahwa  peradilan  dilakukan  dengan  sederhana,  cepat  dan
           biaya  ringan.  Penjelasan  pasal  ini  menyebutkan  bahwa  peradilan  harus
           memenuhi harapan pencari keadilan yang menghendaki peradilan cepat,
           tepat, adil dan biaya ringan, tidak diperlukan pemeriksaan dan acara yang
           berbelit-belit  yang  dapat  menyebabkan  proses  sampai  bertahun-tahun,
           bahkan harus dilanjutkan oleh ahli waris para pencari keadilan.


           e. Hak-Hak untuk Pembelaan atau Mendengar dalam Proses Hukum

           Sistem penyelesaian pelanggaran dan sengketa pemilu harus menjamin hak
           pembelaan  dan/atau  mendengar  penggugat  dan  tergugat  dalam  sebuah
           tuntutan.  Termasuk  memberikan  kesempatan  kepada  para  pihak
           menyampaikan  argumentasinya.  Selain  itu  merupakan  kewajiban  badan
           penyelesai  sengketa  pemilu  untuk  mendengar  dan  mempelajari
           argumentasi  masing-masing.  Sistem penyelesaian  sengketa pemilu harus
           memastikan bahwa bukti yang disampaikan penggugat dan jawaban dari
           tergugat harus dilihat dari dua sisi, dan badan penyelesaian sengketa pemilu
           memiliki  kewajiban  untuk  menilai  atau  menolak  argumentasi  tersebut
           dengan memberikan keterangan atas setiap bukti yang diajukan. Peradilan
           mengenalnya dengan asas "audi et alteram partem" atau "eines mannes
           rede  ist  keines  reide,  man  soll  sie  horren  alle  beide".  Asas  ini  juga
           memberikan  arti  bahwa  pengajuan  alat  bukti  harus  dilakukan  di  muka
           sidang  yang  dihadiri  kedua  belah  pihak  sebagaimana  disebutkan  dalam
           Pasal 132 a, 121 ayat (2) HIR, 145 ayat (2), 157 Rbg, 47Rv.


           f.  Ketepatan Waktu Penegakan Hukum dan Keputusan (Full and Timely
              Enforcement of Judgments and Rulings)

           Prinsip ketepatan waktu penegakan hukum dan keputusan hakim sejalan
           dengan  prinsip  adanya  kerangka  waktu  dalam  penyelesaian  sengketa
           pemilu.  Kerangka  hukum  pemilu  memang  harus  mengatur  tentang
           kerangka  waktu  penanganan  penyelesaian  sengketa.  Namun  yang  tidak
           kalah  penting  adalah  ketepatan  waktu  bagi  penegakan  hukum  dan
           keputusan  hakim  atas  sengketa  pemilu.  Hal  ini  sejalan  dengan  prinsip
           bahwa gugatan pemilu harus diajukan pada periode Pemilu saat tindakan




    296     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   307   308   309   310   311   312   313   314   315   316   317