Page 316 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 316

d. Sengketa Tata Usaha Negara Pemilu, diatur dalam Pasal 470-472.
           e.  Perselisihan hasil pemilu, diatur dalam Pasal 473-475.
           f.  Tindak pidana pemilu, diatur dalam Pasal 476-487.


           Pelanggaran  pemilu  dan  sengketa  pemilu  diatur  UU  Pemilu  dalam  Buku
           Keempat  tentang  Pelanggaran  Pemilu.  Sengketa  Proses  Pemilu,  dan
           Perselisihan Hasil Pemilu. Sedangkan tindak pidana pemilu khusus diatur
           dalam Buku Kelima UU Pemilu.


           a. Pelanggaran Pemilu


           Pelanggaran  Pemilu  bisa  berasal  dari  temuan  dan  laporan  pelanggaran
           pemilu.  Temuan  pelanggaran  pemilu  merupakan  hasil  pengawasan  aktif
           Bawaslu, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota, Panwaslu Kecamatan,
           Panwaslu  Kelurahan/Desa,  Panwaslu  LN,  dan  Pengawas  TPS  pada  setiap
           tahapan penyelenggaraan pemilu.


           Laporan pelanggaran pemilu merupakan laporan langsung dari (Pasal 454
           ayat (1), (2), (3) UU Pemilu):

           1. Warga Negara Indonesia yang mempunyai hak pilih,
           2. Peserta Pemilu, dan
           3. Pemantau  Pemilu  kepada  Bawaslu,  Bawaslu  Provinsi,  Bawaslu
              Kabupaten/Kota,  Panwaslu  Kecamatan,  Panwaslu  Kelurahan/Desa,
              Panwaslu  LN,  dan/atau  Pengawas  TPS  pada  setiap  tahapan
              penyelenggaraan pemilu.


           Temuan  dan  laporan  pelanggaran  pemilu  yang  merupakan  pelanggaran
           Kode  Etik  KPU,  KPU  Provinsi,  KPU  Kabupaten/Kota,  Bawaslu,  Bawaslu
           Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota, diteruskan oleh Bawaslu, Bawaslu
           Provinsi, dan/atau Bawaslu Kabupaten/Kota kepada DKPP (Pasal 455 ayat
           (1) huruf a UU Pemilu).

           b. Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu


           Pelanggaran Kode Etik penyelenggara Pemilu adalah pelanggaran terhadap
           etika  penyelenggara  pemilu  yang  berdasarkan  sumpah  dan/atau  janji





    300     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320   321