Page 320 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 320

Sengketa proses Pemilu ini merupakan sengketa yang timbul antara (vide
           Pasal 470 UU Pemilu):

           1. KPU dan Parpol calon Peserta Pemilu yang tidak lolos verifikasi sebagai
              akibat dikeluarkannya Keputusan KPU tentang Penetapan Parpol Peserta
              Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173;
           2. KPU  dan  Pasangan  Calon  yang  tidak  lolos  verifikasi  sebagai  akibat
              dikeluarkannya  Keputusan  KPU  tentang  Penetapan  Pasangan  Calon
              sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235; dan KPU, KPU Provinsi, dan KPU
              Kabupaten/Kota dengan calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan
              DPRD kabupaten/kota yang dicoret dari daftar calon tetap sebagai akibat
              dikeluarkannya Keputusan KPU tentang Penetapan Daftar Calon Tetap
              sebagaimana dimaksud dalam Pasal 256 dan Pasal 266.


           Di dalam Pemilu 2019, salah satu contoh kasus sengketa tata usaha negara
           pemilu  adalah  PKPI  yang  mengajukan  sengketa  tata  usaha  negara  ke
           Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Sebelumnya, PKPI dinyatakan tidak
           memenuhi syarat sebagai Parpol peserta pemilu oleh KPU. Kemudian, PKPI
           mengajukan  sengketa  proses  pemilu  ke  Bawaslu.  Bawaslu  sependapat
           dengan  KPU,  bahwa  PKPI  tidak  memenuhi  syarat  Parpol  peserta  pemilu
           setelah  dilakukan  verifikasi  oleh  KPU.  Setelah  Bawaslu  menolak
           permohonan  sengketa  PKPI,  partai  ini  mengajukan  sengketa  tata  usaha
           negara ke PTUN Jakarta. Dalam putusannya, PTUN Jakarta memerintahkan
           KPU menetapkan PKPI sebagai Parpol peserta Pemilu 2019.

           e. Perselisihan Hasil Pemilu

           Berdasarkan  Pasal  473  UU  Pemilu,  perselisihan  hasil  pemilu  meliputi
           perselisihan  antara  KPU  dan  Peserta  Pemilu  legislatif  dan  presiden
           mengenai penetapan perolehan suara hasil Pemilu secara nasional.

           Perselisihan  penetapan perolehan  suara  hasil  Pemilu  anggota  DPR,  DPD,
           dan DPRD secara nasional meliputi perselisihan penetapan perolehan suara
           yang dapat memengaruhi perolehan kursi Peserta Pemilu DPR, DPD, dan
           DPRD.


           Sedangkan perselisihan penetapan perolehan suara hasil Pemilu Presiden
           dan  Wakil  Presiden  secara  nasional  meliputi  perselisihan  penetapan



    304     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   315   316   317   318   319   320   321   322   323   324   325