Page 318 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 318

dikeluarkannya  keputusan  KPU,  keputusan  KPU  Provinsi,  dan  keputusan
           KPU Kabupaten/Kota (Pasal 466 UU Pemilu).

           Adapun  beberapa  kasus  yang  muncul  soal  sengketa  pemilu  ini  misalnya
           terkait  keberatan  yang  diajukan  oleh  Parpol  kepada  Bawaslu  atas  hasil
           Keputusan  KPU  mengenai  hasil  verifikasi  Parpol  peserta  pemilu.  Sebagai
           contoh  sengketa  yang  diajukan  Partai  Garuda  kepada  Bawaslu  pada
           penyelenggaraan Pemilu 2019 yang lalu. Selain itu, beberapa kasus yang
           akan muncul misalnya keberatan yang diajukan oleh bakal calon anggota
           legislatif  atas  keputusan  KPU  mengenai  hasil  pemeriksaan  administrasi
           Calon Anggota DPR, DPD, dan DPRD.


           Berdasarkan UU Pemilu sengketa proses pemilu terbagi antara:

           1. Sengketa yang diselesaikan final di Bawaslu (Pasal 468-469), dan
           2. Sengketa yang final di Pengadilan Tata Usaha Negara (Pasal 470-472).


           Bawaslu,  Bawaslu  Provinsi,  Bawaslu  Kabupaten/Kota  melakukan
           penyelesaian sengketa proses Pemilu melalui tahapan (Pasal 468 ayat (4)
           UU Pemilu):

           a.  menerima  dan  mengkaji  permohonan  penyelesaian  sengketa  proses
              Pemilu; dan
           b. mempertemukan pihak yang bersengketa untuk mencapai kesepakatan
              melalui mediasi atau musyawarah dan mufakat.


           Dalam  hal  tidak  tercapai  kesepakatan  antara  pihak  yang  bersengketa,
           Bawaslu,  Bawaslu  Provinsi,  Bawaslu  Kabupaten/Kota  menyelesaikan
           sengketa proses Pemilu melalui adjudikasi.

           Pasal 469 UU Pemilu selanjutnya mengatur:

           (1)  Putusan  Bawaslu  mengenai  penyelesaian  sengketa  proses  Pemilu
               merupakan putusan yang bersifat final dan mengikat, kecuali putusan
               terhadap sengketa proses Pemilu yang berkaitan dengan:
               a.  verifikasi Parpol Peserta Pemilu;
               b. penetapan daftar calon tetap anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan
                  DPRD kabupaten/kota; dan
               c.  penetapan Pasangan Calon.



    302     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   313   314   315   316   317   318   319   320   321   322   323