Page 315 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 315

Sementara itu, untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan
                 Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota (Pilkada) kerangka hukum
                 mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan
                 Peraturan  Pemerintah  Pengganti  Undang-Undang  Nomor  1  Tahun  2014
                 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang
                 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 8 Tahun 2015 dan Undang-Undang
                 Nomor 10 Tahun 2016.


                    Gambar 7.1. Kerangka Hukum Penyelesaian Masalah Hukum Pemilu
                                                di Indonesia




















                 Sumber: Buku Orientasi Tugas Anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota
                 Periode 2018-2023


                 Prinsip kerangka hukum dan peradilan cepat, serta prinisp ketepatan waktu
                 penegakan hukum dan keputusan sudah diatur dalam UU Pemilu. UU ini
                 mengatur batasan waktu setiap proses penyelesaian perkara, namun hal
                 yang masih harus diperkuat adalah prinsip terakhir, yakni konsistensi dalam
                 penafsiran hukum Pemilu.


              D. Jenis Pelanggaran dan Sengketa Pemilu

                 UU  Pemilu  mengatur  permasalahan  hukum  pemilu  menjadi  beberapa
                 bagian, meliputi:

                 a.  Pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, diatur dalam Pasal 456-459.
                 b. Pelanggaran administratif pemilu, diatur dalam Pasal 460-465.
                 c.  Sengketa proses pemilu, diatur dalam Pasal 466-469.


                              BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU     299
   310   311   312   313   314   315   316   317   318   319   320