Page 341 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 341

Terhadap  Permohonan  yang  dinyatakan  gugur,  tidak  dapat  mengajukan
                 Permohonan  kembali.  Dalam  hal  Permohonan  sengketa  proses  Pemilu
                 dinyatakan  gugur,  majelis  sidang  membuat  Putusan  mengenai  gugurnya
                 Permohonan  penyelesaian  sengketa  proses  Pemilu.  Putusan  tersebut
                 dituangkan dalam putusan gugurnya Permohonan penyelesaian sengketa
                 proses  Pemilu  oleh  Bawaslu,  Bawaslu  Provinsi,  atau  Bawaslu
                 Kabupaten/Kota.


                 Putusan  Bawaslu,  Bawaslu  Provinsi,  atau  Bawaslu  Kabupaten/Kota  atas
                 penyelesaian sengketa proses Pemilu bersifat final dan mengikat, kecuali
                 putusan terhadap sengketa proses Pemilu yang berkaitan dengan verifikasi
                 Parpol Peserta Pemilu; penetapan DCT anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi,
                 dan DPRD Kabupaten/Kota; dan penetapan Pasangan Calon (vide Pasal 36
                 Peraturan Bawaslu No. 18 Tahun 2017).


                 KPU,  KPU  Provinsi,  atau  KPU  Kabupaten/Kota  wajib  menindaklanjuti
                 Putusan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, atau Bawaslu Kabupaten/Kota paling
                 lama 3 (tiga) hari kerja sejak dibacakan.


                 Selain  itu,  Bawaslu  berwenang  melakukan  koreksi  terhadap  putusan
                 sengketa proses pemilu dari Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota
                 apabila terdapat kesalahan penerapan hukum dan/atau kekhilafan majelis.
                 Pemohon  yang  dirugikan  atas  putusan  sengketa  proses  Pemilu  Bawaslu
                 Provinsi   dan/atau    Bawaslu    Kabupaten/Kota     dapat   mengajukan
                 permohonan Koreksi Putusan paling lama 1 (satu) hari kerja setelah putusan
                 Bawaslu  Provinsi  dan/atau  Bawaslu  Kabupaten/Kota  dibacakan  kepada
                 Bawaslu melalui Bawaslu Provinsi dan/atau Bawaslu Kabupaten/Kota.

                 Permohonan  tersebut  paling  sedikit  memuat:  a.  identitas  pemohon;  b.
                 kedudukan hukum pemohon;  c.  tenggang  waktu  permohonan; d.  alasan
                 koreksi  permohonan  pemohon;  dan  e.  hal  yang  dimohonkan  untuk
                 dikoreksi (Pasal 42 Peraturan Bawaslu 18/2017).









                              BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU     325
   336   337   338   339   340   341   342   343   344   345   346