Page 343 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 343

Gambar 7.7.




















              Sumber: Buku Orientasi Tugas Anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota Periode 2018-2023


                 b. Sengketa Proses Pemilu melalui Pengadilan Tata Usaha Negara
                 Sengketa Proses Pemilu melalui Pengadilan Tata Usaha Negara diatur dalam
                 Pasal 470-472 UU Pemilu dan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor
                 5  Tahun  2017  tentang  Tata  Cara  Penyelesaian  Sengketa  Pemilu  di
                 Pengadilan Tata Usaha Negara, dan Perma Nomor 6 Tahun 2017 tentang
                 Hakim Khusus dalam Sengketa Pemilu di Pengadilan Tata Usaha Negara.


                 1. Pengertian dan Ruang Lingkup
                 Berdasarkan  Pasal  470  Undang-Undang  Nomor  7  Tahun  2017,  sengketa
                 proses Pemilu melalui pengadilan tata usaha negara meliputi sengketa yang
                 timbul dalam bidang tata usaha negara Pemilu antara calon anggota DPR,
                 DPD,  DPRD  Provinsi,  DPRD  Kabupaten/Kota,  atau  Parpol  calon  Peserta
                 Pemilu,  atau  bakal  Pasangan  Calon  dengan  KPU,  KPU  Provinsi,  dan  KPU
                 Kabupaten/Kota sebagai akibat dikeluarkannya keputusan KPU, keputusan
                 KPU Provinsi, dan keputusan KPU Kabupaten/Kota.


                 Sengketa proses Pemilu melalui Pengadilan Tata Usaha Negara merupakan
                 sengketa yang timbul antara:
                 a) KPU dan Parpol calon Peserta Pemilu yang tidak lolos verifikasi sebagai
                    akibat dikeluarkannya Keputusan KPU tentang Penetapan Parpol Peserta
                    Pemilu;




                              BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU     327
   338   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348