Page 347 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 347

melengkapi permohonan paling lama 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam
                 sejak  diterimanya  permohonan  oleh  Mahkamah  Konstitusi.  KPU,  KPU
                 Provinsi,  dan  KPU  Kabupaten/Kota  wajib  menindaklanjuti  putusan
                 Mahkamah Konstitusi (vide Pasal 474 UU Pemilu).


                 Dalam  hal  terjadi  perselisihan  penetapan  perolehan  suara  hasil  Pemilu
                 Presiden dan Wakil Presiden, Pasangan Calon dapat mengajukan keberatan
                 kepada Mahkamah Konstitusi dalam waktu paling lama 3 (tiga) hari setelah
                 penetapan hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden oleh KPU. Keberatan
                 ini hanya terhadap hasil penghitungan suara yang memengaruhi penentuan
                 terpilihnya  Pasangan  Calon  atau  penentuan  untuk  dipilih  kembali  pada
                 Pemilu  Presiden  dan  Wakil  Presiden.  Mahkamah  Konstitusi  memutus
                 perselisihan yang timbul akibat keberatan paling lama 14 (empat belas) hari
                 sejak diterimanya permohonan keberatan oleh Mahkamah Konstitusi. KPU
                 wajib  menindaklanjuti  putusan  Mahkamah  Konstitusi  (Pasal  475  UU
                 Pemilu).


                 Pada Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan
                 Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota, Peserta Pemilihan mengajukan
                 permohonan kepada Mahkamah Konstitusi paling lambat 3 (tiga) hari kerja
                 terhitung  sejak  diumumkan  penetapan  perolehan  suara  hasil  Pemilihan
                 oleh  KPU  Provinsi  atau  KPU  Kabupaten/Kota  (Pasal  157  UU  10/2016).
                 Terdapat  ambang  batas  selisih  perolehan  suara  sah  untuk  dapat
                 mengajukan  permohonan  ke  Mahkamah  Konstitusi  (vide  Pasal  158  UU
                 10/2016) sebagai berikut:


                 (1) Peserta  pemilihan  Gubernur  dan  Wakil  Gubernur  dapat  mengajukan
                    permohonan pembatalan penetapan hasil penghitungan suara dengan
                    ketentuan:

                    a.  Provinsi  dengan  jumlah  penduduk  sampai  dengan  2.000.000  (dua
                       juta)  jiwa,  pengajuan  perselisihan  perolehan  suara  dilakukan  jika
                       terdapat perbedaan paling banyak sebesar 2% (dua persen) dari total
                       suara sah hasil penghitungan suara tahap akhir yang ditetapkan oleh
                       KPU Provinsi;
                    b.  Provinsi  dengan  jumlah  penduduk  lebih  dari  2.000.000  (dua  juta)
                       sampai  dengan  6.000.000  (enam  juta),  pengajuan  perselisihan
                       perolehan  suara  dilakukan  jika  terdapat  perbedaan  paling  banyak


                              BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU     331
   342   343   344   345   346   347   348   349   350   351   352