Page 344 - Tata Kelola Pemilu di Indonesia
P. 344

b) KPU  dan  Pasangan  Calon  yang  tidak  lolos  verifikasi  sebagai  akibat
              dikeluarkannya Keputusan KPU tentang Penetapan Pasangan Calon; dan
           c)  KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota dengan Calon Anggota DPR,
              DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota yang dicoret dari daftar
              calon  tetap  sebagai  akibat  dikeluarkannya  Keputusan  KPU  tentang
              Penetapan Daftar Calon Tetap.


           2. Pengajuan Sengketa Tata Usaha Negara Pemilu

           Pengajuan  sengketa  tata  usaha  negara  Pemilu  ke  pengadilan  tata  usaha
           negara, dilakukan setelah upaya administratif di Bawaslu telah digunakan.
           Pengajuan sengketa tata usaha negara Pemilu dilakukan paling lama 5 (lima)
           hari  kerja  setelah  dibacakan  putusan  Bawaslu.  Dalam  hal  pengajuan
           gugatan  kurang  lengkap,  penggugat  dapat  memperbaiki  dan  melengkapi
           gugatan  paling  lama  3  (tiga)  hari  kerja  sejak  diterimanya  gugatan  oleh
           pengadilan tata usaha negara. Apabila dalam waktu 3 (tiga) hari hari kerja
           tersebut penggugat belum menyempumakan gugatan, hakim memberikan
           putusan bahwa gugatan tidak dapat diterima. Terhadap putusan tersebut
           tidak dapat dilakukan upaya hukum.

           Pengadilan tata usaha negara memeriksa dan memutus gugatan paling lama
           21 (dua puluh satu) hari kerja sejak gugatan dinyatakan lengkap. Putusan
           pengadilan tata usaha negara bersifat final dan mengikat serta tidak dapat
           dilakukan  upaya  hukum  lain.  KPU  wajib  menindaklanjuti  putusan
           pengadilan tata usaha negara paling lama 3 (tiga) hari kerja (vide Pasal 471
           UU Pemilu).


           3. Para Pihak

           Para pihak dalam sengketa TUN Pemilu dibagi menjadi dua yakni penggugat
           dan  tergugat.  Penggugat  dalam  sengketa  ini  bisa  Parpol  calon  peserta
           Pemilu  yang  tidak  lolos  verifikasi  akibat  dikeluarkannya  Keputusan  KPU
           tentang  Penetapan  Parpol  Peserta  Pemilu,  maupun  calon  anggota  DPR,
           DPD,  DPRD  Provinsi  dan  DPRD  Kabupaten/Kota  yang  dicoret  dari  daftar
           calon  tetap  sebagai  akibat  dikeluarkannya  Keputusan  KPU  tentang
           Penetapan  Daftar  Calon  Tetap  dan  Pasangan  Calon  Presiden  dan  Wakil
           Presiden sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan KPU tentang Penetapan
           Pasangan Calon. Sedangkan tergugat adalah KPU, KPU Provinsi, dan KPU
           Kabupaten/Kota


    328     BAB 7 – PENEGAKAN HUKUM DAN PENYELESAIAN SENGKETA PEMILU
   339   340   341   342   343   344   345   346   347   348   349