Page 34 - KIMIA ORGANIK- LIPID DH 2021 terbaru (untuk mahasiswa gabungan pdf)
P. 34

3.  Uji Akrolein

                                Dalam uji ini terjadi dehidrasi gliserol dalam bentuk bebas atau dalam
                     lemak atau minyak menghasilkan aldehid akrilat atau akrolein. Uji akrolein

                     digunakan  untuk  menguji  keberadaan  gliserin  atau  lemak.  Ketika  lemak

                     dipanaskan  setelah  ditambahkan  agen  pendehidrasi  (KHSO4)  yang  akan

                     menarik air, maka bagian gliserol akan terdehidrasi ke dalam bentuk aldehid

                     tidak jenuh atau dikenal sebagai akrolein (CH2=CHCHO) yang memiliki bau
                     seperti lemak terbakar dan ditandai dengan asap putih.



                     4.  Uji Ketengikan

                                 Dalam  uji  ini,  diidentifikasi  lipid  mana  yang  sudah  tengik  dengan
                     yang belum tengik yang disebabkan oleh oksidasi lipid. Minyak yang akan

                     diuji  dicampurkan  dengan  HCl.  Selanjutnya,  sebuah  kertas  saring

                     dicelupkan  ke  larutan  floroglusinol.  Floroglusinol  ini  berfungsi  sebagai

                     penampak  bercak.  Setelah  itu,  kertas  digantungkan  di  dalam  erlenmeyer

                     yang  berisi  minyak  yang  diuji.  Serbuk  CaCO3  dimasukkan  ke  dalam
                     erlenmeyer     dan    segera    ditutup.    HCl    yang     ditambahkan      akan

                     menyumbangkan  ion-ion  hidrogennya  yang  dapat  memecah  unsur  lemak

                     sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hidrogen radikal bebas. Kedua

                     bentuk radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi akan

                     dihasilkan peroksida (Estiasih, 2016).


                     5.  Uji Salkowski

                                Uji  Salkowski  dilakukan  untuk  mengidentifikasi  keberadaan

                     kolesterol. Yang mana jika kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat

                     lalu  dengan  volume  yang  sama  ditambahkan  asam  sulfat.  Asam  sulfat
                     berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid. Apabila dalam sampel tersebut

                     terdapat kolesterol, maka lapisan kolesterol di bagian atas menjadi berwarna

                     merah  dan  asam  sulfat  terlihat  berubah  menjadi  kuning  dengan  warna

                     fluoresens hijau.

                     Lipid                                                                          26
   29   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39