Page 832 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 832

SELANGKAH LAGI RUU CIPTA KERJA DIKETOK

              Rancangan  Undang-Undang  (RUU)  Cipta  Kerja  tinggal  selangkah  lagi  untuk  diketok.  Badan
              Legislasi (Baleg) DPR RI dan pemerintah telah sepakat membawa payung hukum tersebut ke
              dalam sidang paripurna untuk disahkan meskipun buruh mengancam mogok nasional.

              Wakil Ketua Baleg DPR RI Ahmad Baidhowi mengatakan pengesahan RUU Cipta Kerja tinggal
              menunggu jadwal sidang paripurna yang rencananya digelar pekan ini.

              "Iya tetap berjalan (meski buruh ancam mogok nasional) karena tahapannya begitu. Kita kan
              tidak bisa mengelak dari tahapan, kecuali nanti ada keputusan yang lain. Sejauh ini tugas di
              Baleg  sudah  selesai  tinggal  kita  kirim  pengambilan  keputusan  tingkat  1  ke  paripurna,"  kata
              Ahmad kepada detikcom, Minggu (4/10/2020).

              Terkait buruh akan mogok nasional, menurutnya hal itu wajar terjadi dalam negara demokrasi
              seperti  Indonesia.  Yang  terpenting,  dalam  menyampaikan pendapatnya  itu  para  buruh  tetap
              sesuai aturan.

              "Soal buruh mogok itu kan bentuk protes atau bentuk penyampaian pendapat dalam bentuk lain,
              ya itu kalau kami melihat hal-hal seperti itu ya biasa dalam negara demokrasi. Menyampaikan
              pendapat  dalam  bentuk  apapun  dilindungi  udang-undang  (UUD)  asalkan  sesuai  ketentuan
              peraturan, tidak berbuat anarkis, tidak merusak fasilitas negara. Sepanjang damai ya biasa saja,
              namanya orang berpendapat masa dilarang," ucapnya.

              Mengingat aksi mogok nasional dilakukan di tengah pandemi, ia berpesan agar para buruh dapat
              mematuhi protokol kesehatan agar aksinya tidak menjadi klaster baru penularan COVID-19.

              "Kita  hanya  mengingatkan  bahwa  saat  ini  situasi  pandemi  COVID-19.  kalau  menyampaikan
              aspirasi tentu sesuai peraturan di antaranya berjarak mengikuti protokol kesehatan. Kan bisa
              saja misalkan orang mau demo kapasitasnya terbatas, jaga jarak misalkan, teman-teman tentu
              paham terhadap situasi Jakarta yang masih siaga 1 pandemi COVID," imbuhnya.

              Buruh ancam mogok nasional 3 hari. Klik halaman selanjutnya.

              Kalangan buruh akan mogok nasional selama tiga hari (6-8 Oktober). Hal itu menyusul telah
              disepakatinya RUU Cipta Kerja dibawa ke sidang paripurna DPR RI untuk disahkan.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan mogok nasional
              akan diikuti oleh 2 juta buruh yang sebelumnya disebut diikuti 5 juta buruh. Mereka berasal dari
              berbagai  perusahaan  yang  tersebar  di  25  provinsi  dari  hampir  10  ribu  perusahaan  berbagai
              sektor industri di Indonesia.

              "Menyikapi rencana pemerintah dan DPR RI yang akan mengesahkan RUU Cipta Kerja dalam
              sidang paripurna DPR RI, maka KSPI dan buruh Indonesia beserta 32 Federasi serikat buruh
              lainnya menyatakan menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja dan akan mogok nasional pada 6-8
              Oktober 2020. Mogok Nasional ini akan diikuti sekitar 2 juta buruh," kata Said kepada detikcom,
              Minggu (4/10/2020).

              "Buruh tidak akan pernah berhenti melawan sepanjang masa penolakan RUU Cipta Kerja yang
              merugikan buruh dan rakyat kecil," tambahnya menegaskan.

              Sebagai aksi mogok nasional, buruh yang tersebar di daerah akan setop produksi dari jam 06.00-
              18.00 WIB di lingkungan pabrik masing-masing.

              "Laporan dari aliansi serikat buruh di daerah-daerah, sekitar 2 juta buruh setop produksi dari
              jam 06.00-18.00 WIB di lingkungan pabrik masing masing sesuai UU No. 9 tahun 1998 tentang
              Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum," ucapnya.
                                                           831
   827   828   829   830   831   832   833   834   835   836   837