Page 833 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 833

Judul               Omnibus Law Bukan Momok Menakutkan
                Nama Media          Ekonomi Neraca
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         Pg2
                Jurnalis            Tajuk Rencana
                Tanggal             2020-10-05 05:38:00
                Ukuran              229x59mmk
                Warna               Hitam/Putih
                AD Value            Rp 4.580.000

                News Value          Rp 13.740.000
                Kategori            Dirjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif




              Narasumber
              negative  -  Ade  Irwansyah  (salah  satu  pimpinan  organisasi  buruh)  Saya  sendiri  mengatakan
              kepada setiap kesempatan, ini bukan masalah. Kebutuhan hukum kita kan sudah seharusnya
              dalam tingkatan modernisasi tapi saya bingung kenapa langsung menolak dan menolak, ada apa
              ini? Tetapi saya yakin kita intelektual semua



              Ringkasan

              Di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini,Pemerintah dan Baleg DPR-RI sepakat mengajukan
              RUU Cipta Lapangan Kerja (Omnibus Law) ke rapat paripurna DPR-RI pada pekan ini. Namun
              perjalanan Omnibus Law ini menghadapi berbagai tantangan dari sejumlah elemen musyarakat,
              termasuk Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PKS di DPR menolak kesepakatan tersebut.

              Padahal  sebelumnya  sejumlah  komponen  buruh  telah  menyatakan  dukungannya  untuk
              pengesahan RUU Omnibus Law tersebut. Memang aneh jika belakangan ini ada sikap beberapa
              elemen  buruh  yang  dengan  tegas  menolak  RUU  Omnibus  Law  tersebut  secara  keseluruhan.
              Padahal, Omnibus Law ini adalah kebutuhan hukum modern.



              OMNIBUS LAW BUKAN MOMOK MENAKUTKAN

              Di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini,Pemerintah dan Baleg DPR-RI sepakat mengajukan
              RUU Cipta Lapangan Kerja (Omnibus Law) ke rapat paripurna DPR-RI pada pekan ini. Namun
              perjalanan Omnibus Law ini menghadapi berbagai tantangan dari sejumlah elemen musyarakat,
              termasuk Fraksi Partai Demokrat dan Fraksi PKS di DPR menolak kesepakatan tersebut.

              Padahal  sebelumnya  sejumlah  komponen  buruh  telah  menyatakan  dukungannya  untuk
              pengesahan RUU Omnibus Law tersebut. Memang aneh jika belakangan ini ada sikap beberapa
              elemen  buruh  yang  dengan  tegas  menolak  RUU  Omnibus  Law  tersebut  secara  keseluruhan.
              Padahal, Omnibus Law ini adalah kebutuhan hukum modern.

              "Saya sendiri mengatakan kepada setiap kesempatan, ini bukan masalah. Kebutuhan hukum kita
              kan sudah seharusnya dalam tingkatan modernisasi tapi saya bingung kenapa langsung menolak
                                                           832
   828   829   830   831   832   833   834   835   836   837   838