Page 828 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 828

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan, Kemnaker, Bambang Satrio
              Lelono mengatakan, para  tenaga kerja  harus disiapkan agar mampu bekerja secara fleksibel di
              manapun berada.

              Selain ketrampilan teknis, para  tenaga kerja  juga harus memiliki ketrampilan di bidang teknologi
              informasi (TI). "Sehingga mereka bisa bekerja secara fleksibel," kata Bambang Satrio Lelono di
              Solo, Minggu (4/10/2020).

              Pihaknya mencatat ada sekitar 3,5 juta orang yang terdampak akibat pandemi COVID-19. Mereka
              terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), dirumahkan, hingga usahanya terdampak. Sektor
              pariwisata dan turunannya menjadi sektor yang paling parah, selain sektor otomotif. Sebenarnya
              semua sektor terdampak akibat pandemi COVID-19.

              Hanya saja, sektor pariwisata dinilai paling parah. "Sektor pariwisata dengan turunnya, termasuk
              bisnis ritel, perhotelan, makanan, minuman dan lain lain," terangnya. Sehingga mereka perlu
              mendapatkan  ketrampilan-ketrampilan  yang  menyesuaikan  kondisi  pandemi.  Sebab  setelah
              pandemi COVID-19 selesai, bukan berarti nantinya kembali ke kehidupan normal.

              Namun  masih  bertahan  di  kehidupan  new  normal,  sehingga  perlu  menyesuaikan  dengan
              kebiasaan kebiasaan baru. "Mungkin ke depan orang pakai masker akan terus menerus, cuci
              tangan terus menerus, menjaga jarak terus menerus," ucapnya.
              Sehingga Kemnaker telah menyiapkan pemberian ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan
              saat pandemi. Salah satu skema pelatihan yang disiapkan adalah pelatihan untuk  tenaga kerja
              yang memadukan teknologi informasi dan praktik.

              Mengingat pelatihan pada intinya di praktik, namun untuk beberapa konten materi dalam dikirim
              secara online. Rencana itu sebenarnya telah disiapkan beberapa tahun yang lalu. "Yang bisa
              kami daringkan akan didaringkan, seperti teori pengenalan peralatan," terang Bambang Satrio
              Lelono yang baru saja terpilih sebagai Ketua Alumni SMA Negeri 3 (Smaga) Solo.
              Sedangkan untuk praktik tetap dilakukan secara tatap muka. Namun segala kegiatan tetap harus
              mematuhi  protokol  kesehatan.  Kemenaker  sendiri  juga  telah  menggelar  pelatihan  tanggap
              COVID-19.  Yakni  pelatihan  yang  produknya  dapat  membantu  masyarakat  yang  terdampak
              COVID-19. Seperti pelatihan menjahit dijadikan pelatihan membuat masker, hazmat, ficeshield,
              wastafel portabel.

              (eyt).



























                                                           827
   823   824   825   826   827   828   829   830   831   832   833