Page 823 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 823
"Ini kerja yang nampaknya bisa terlihat super kilat karena atas nama pesanan tertentu," ujar
Lucius kepada Republika, Ahad (4/10).
Pihak pemesan untuk saat ini, kata Lucius, bukanlah rakyat atau buruh. Di mana pada gilirannya
nanti, keduanya akan menjadi pihak yang paling terdampak langsung atas RUU yang disepakati
Baleg dan Pemerintah.
"Pemesan rupanya adalah mereka yang justru sedang menunggu manis di ujung lorong, mereka
yang sudah siap dengan brankas jumbo demi menyimpan hasil keuntungan dari manisnya
peraturan yang memihak mereka," ujar Lucius.
Kerja cepat berdasarkan pesanan ini terbukti dari Baleg yang rela menggelar rapat pengambilan
keputusan tingkat I, pada Sabtu (3/10) malam. Hal ini dinilainya belum pernah terjadi
sebelumnya.
"Bahkan untuk mengesahkan RUU di tingkat Baleg, mereka memanfaatkan malam nan romantis
bagi para remaja yakni malam minggu," ujar Lucius.
Hal ini dinilainya sebagai bentuk Baleg yang ingin menghindari aspirasi publik. Dengan
memanfaatkan pandemi Covid-19 yang tengah terjadi, meskipun DPR mengklaim pembahasan
RUU Cipta Kerja dilakukan transparan "Kerja cepat atas permintaan pihak tertentu yang
ditunjukkan Baleg menjelaskan juga kenapa prestasi DPR di bidang legislasi tak pernah terlihat
membaik," ujar Lucius.
Diketahui, DPR dan pemerintah menyepakati seluruh hasil pembahasan omnibus law RUU Cipta
Kerja. Kesepakatan itu diambil dalam rapat kerja pengambilan keputusan Tingkat I RUU Cipta
Kerja yang diselenggarakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu (3/10) malam.
Setelah fraksi-fraksi DPR, pemerintah, dan DPD menyampaikan pandangan, Ketua Baleg DPR
Supratman Andi Agtas mengetuk palu tanda persetujuan pengambilan keputusan Tingkat I RUU
Cipta Kerja. Selanjutnya, RUU Cipta Kerja akan disahkan di rapat paripurna DPR..
822

