Page 820 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 820

Judul               7 Alasan Buruh Tolak Omnibus Law: Pesangon Hingga Hak Cuti
                Nama Media          cnnindonesia.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201005063845-20-
                                    554288/7-alasan-buruh-tolak-omnibus-law-pesangon-hingga-hak-cuti
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2020-10-05 07:24:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Dirjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif



              Ringkasan

              Sejumlah poin dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (  Ciptaker  )
              yang akan disahkan DPR pada Rapat Paripurna dalam waktu dekat dinilai merugikan buruh.

              Sebelumnya, Dewan dan Pemerintah menyepakati RUU ini dalam Raker Pengambilan Keputusan
              Tingkat I di DPR pada Sabtu (3/10) malam. Ragam ketentuan kontroversial yang merugikan
              rakyat turut mewarnainya.



              7 ALASAN BURUH TOLAK OMNIBUS LAW: PESANGON HINGGA HAK CUTI

              Sejumlah poin dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (  Ciptaker  )
              yang akan disahkan DPR pada Rapat Paripurna dalam waktu dekat dinilai merugikan buruh.

              Sebelumnya, Dewan dan Pemerintah menyepakati RUU ini dalam Raker Pengambilan Keputusan
              Tingkat I di DPR pada Sabtu (3/10) malam. Ragam ketentuan kontroversial yang merugikan
              rakyat turut mewarnainya.


              Beragam  protes  dan  aksi  muncul  sebagai  reaksi  atas  kesepakatan  ini,  salah  satunya  dari
              golongan para buruh di tanah air. Mereka bahkan bakal melakoni aksi mogok nasional bilamana
              kesepakatan RUU Ciptaker ini terus dibahas dan bakal diundangkan menjadi UU.

              Bahkan, disebutkan sebanyak dua juta buruh dari sekitar 10 ribu perusahaan di 25 Provinsi yang
              akan melakukan aksi mogok nasional yang berlokasi di lingkungan perusahaan masing-masing.

              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) pun membeberkan alasan mengapa beberapa poin
              dalam RUU Ciptaker ini harus disoroti dan kemudian ditolak sebab dinilai merugikan kaum buruh.

              Pertama, RUU Ciptaker menghapus upah minimum kota/kabupaten (UMK) bersyarat dan upah
              minimum sektoral kota/kabupaten (UMSK). Sedangkan KSPI menilai UMK tidak perlu diberikan
              syarat karena nilai UMK yang ditetapkan di setiap kota/kabupaten berbeda-beda.

              Seharusnya, kata buruh, penetapan nilai kenaikan dan jenis industri yang mendapatkan UMSK
              dilakukan di tingkat nasional.
                                                           819
   815   816   817   818   819   820   821   822   823   824   825