Page 821 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 821

Kedua, pemangkasan nilai pesangon dari 32 bulan upah menjadi 25 bulan, di mana 19 bulan
              dibayar pengusaha dan enam bulan dibayar BPJS Ketenagakerjaan.
              Ketiga, perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang menyatakan tidak ada batas waktu kontrak
              atau kontrak seumur hidup.

              Keempat, karyawan kontrak dan  outsourcing  seumur hidup, yang menurut KSPI bakal menjadi
              masalah serius bagi buruh. Sebab masih belum jelas nantinya siapa pihak yang akan membayar
              Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) untuk karyawan kontrak dan outsourcing.

              Kelima, jam kerja yang eksploitatif atau tanpa batas jelas dinilai merugikan fisik dan waktu para
              buruh .

              Keenam, penghilangan hak cuti dan hak upah atas cuti. Protes ini juga disampaikan oleh Komisi
              Nasional  (Komnas)  Perempuan  yang  menyebut  salah  satu  pasal  di  klaster  ketenagakerjaan
              menyebutkan secara jelas bahwa perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk membayar upah
              buruh perempuan yang mengambil cuti haid secara penuh.

              Foto:  Astari  Kusumawardhani    Ketujuh,  terancam  hilangnya  jaminan  pensiun  dan  kesehatan
              karena adanya kontrak seumur hidup.

              Dalam  pembahasan  RUU  Kontroversial  ini,  sebanyak  tujuh  fraksi  setuju  untuk  melanjutkan
              pembahasan  RUU  Omnibus  Law  Ciptaker  ke  Rapat  Paripurna  DPR  RI  pada  Kamis  (8/10)
              mendatang, sementara dua fraksi lainnya menolak.
              Adapun,  tujuh  fraksi  yang  menyetujui  RUU  ini  dibahas  pada  tingkat  selanjutnya  yaitu  PDIP,
              Gerindra,  Golkar,  PKB,  Nasdem,  PAN  dan  PPP.  Sementara  dua  fraksi  yang  menyampaikan
              penolakan pengesahan RUU Ciptaker itu adalah Partai Demokrat dan PKS.

              (khr/arh).






































                                                           820
   816   817   818   819   820   821   822   823   824   825   826