Page 824 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 824
Judul Mengenal Ketentuan Cuti Melahirkan dan Keguguran Bagi Karyawan
Wanita
Nama Media kompas.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://money.kompas.com/read/2020/10/05/070300826/mengenal-
ketentuan-cuti-melahirkan-dan-keguguran-bagi-karyawan-wanita
Jurnalis Muhammad Idris
Tanggal 2020-10-05 07:03:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
negative - Ida Fauziyah (Menaker) Ketentuan ada di UU 13 2003, cuti hamil, cuti haid, cuti
menikahkan, cuti menikah, kami tidak hapuskan itu
negative - Ida Fauziyah (Menaker) Kalau eksis berarti tidak diatur omnibus law . Memang tidak
ada di omnibus law karena adanya di UU 13 2003
negative - Ida Fauziyah (Menaker) Ada yang mengatakan RUU Cipta Kerja menghapus cuti hamil,
cuti melahirkan, itu enggak. UU itu tetap ada
Ringkasan
Bagi seorang karyawan perempuan , seringkali dihadapkan pada kondisi hamil hingga kemudian
melakukan persalinan. Kondisi ini tentunya berpengaruh pada ritme pekerjaan. Pemerintah
sendiri mengatur secara tegas hak-hak lepas dari pekerjaan selama masa mengandung hingga
persalinan dengan tetap mendapatkan gaji dan sebagainya bagi karyawan wanita .
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan bahwa aturan terkait hak-hak
pekerja tersebut akan tetap berlaku meski UU Omnibus Law Cipta Kerja disetujui, termasuk cuti
melahirkan atau cuti hamil dan cuti haid.
MENGENAL KETENTUAN CUTI MELAHIRKAN DAN KEGUGURAN BAGI KARYAWAN
WANITA
Bagi seorang karyawan perempuan , seringkali dihadapkan pada kondisi hamil hingga kemudian
melakukan persalinan. Kondisi ini tentunya berpengaruh pada ritme pekerjaan.
Pemerintah sendiri mengatur secara tegas hak-hak lepas dari pekerjaan selama masa
mengandung hingga persalinan dengan tetap mendapatkan gaji dan sebagainya bagi karyawan
wanita .
823

