Page 834 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 OKTOBER 2020
P. 834

dan menolak, ada apa ini? Tetapi saya yakin kita intelektual semua," tegas Ade Irwansyah, salah
              satu pimpinan organisasi buruh saat jumpa pers jumpa pers"RUU Omnibus Law: Langkah Menuju
              Percepatan dan Akselerasi Ekonomi Sosial" di Jakarta, beberapa waktu lalu.

              Tidak hanya itu. Wadir IMNI Sudirman Manalu bersama berbagai elemen mahasiswa dan pemuda
              di-antaranya BEM se-DKI, SPMI dan IMNI menyatakan sikap siap mengawal dan mendukung
              RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Pasalnya, UU Sapu jagat ini bakal mendorong industri
              padat karya yang banyak menyerap lapangan kerja.

              Untuk  itu,  menurut  dia,  pihak  berkepentingan  (kelompok  buruh)  untuk  tidak  melakukan
              penggiringan opini seolah-olah Omnibus Law adalah suatu momok yang menakutkan. Jikapun
              terdapat  pasal  yang  dianggap  merugikan  publik,  agar  mengajukan  gugatan  atau  Judicial
              Review," ujarnya. Artinya, kita harusmengapre-siasi pemerintah dan DPR-RI dalam membahas
              RUU Omnibus Law, dan jangan menggiring opini seakan-akan Omnibus Law adalah momok yang
              menakutkan bagi tenaga kerja Indonesia.

              Kiranya sudah sangat baik setiap stakeholderyang berperan dalam pembahasan Omnibus Law,
              temia-sukyang menginisiasinya, wajar mendapatkan apresiasi. Apalagi negara Indonesia adalah
              negara  hukum  dan  negara  demokrasi,  maka  sebaiknya  pembahasan  RUU  Omnibus  Law
              membuka ruang dialog dan partisipasi publik yang luas, agar tidak ada "pasal-pasal selundupan"
              dalam RUU tersebut.

              Bagaimanapun,  pengarus  utamaan  dialog  dan  par-tisipasi  publik,  bukan  dalam  bentuk  aksi
              unjukrasa terhadap RUU ini sangat penting, karena Indonesia tengah dilanda pandemi Covid-19.
              Untuk itu, dialog, diskusi dan kegiatan mengkritisi secara ilmiah serta konstruktif terkait RUU ini
              merupakan  pilihan  logis,  moderat,  modem  dan  beradab  dibandingkan  mengge-lar  aksi-aksi
              tekanan  massa  di  tengah  pandemi  Covid  Hindari  kegiatan  demo  atau  unjuk  rasa  di  jalanan
              kemungkinan  dapat  berimplikasi  hukum  seperti  dibubarkanpaksaolehaparatdanpelakunya
              dihukum, karena sebelumnya sudah ada maklumat Kapolri. Ini tentu akan semakin memperburuk
              kondisi perekonomian, karena diakui atau tidak, PHK massal bisa menghantui kalangan buruh,
              sehingga lebih baik mereka berdedikasi dengan bekerja secara baik di lokasi kerja masing-masing
              ketimbang  menggelar  aksi  unjuk  rasa  atau  tekanan  massa  lainnya.  Intinya,  jangan  sampai
              kelompok  buruh  dan  BEM  dipolitisasi  dan  dikapitalisasi  oleh  kelompok  kepentingan  tertentu,
              dibalik penolakan RUU Omnibuslaw.

              Selain itu, kalangan DPR-RI juga harus transparan dalam membahas RUU yang sensitif ini, agar
              RUU Omnibus Law benar-benar bukan momok yang menakutkan. Semoga. 19.



























                                                           833
   829   830   831   832   833   834   835   836   837   838   839