Page 629 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 629

Perkenankan  kami  atas  nama  Badan  Legislasi  menyampaikan  hasil  pembahasan  Rancangan
              Undang-Undang tentang Cipta Kerja, yang mengacu pada ketentuan Pasal 105 huruf g Undang-
              Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun
              2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan
              Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, juncto Pasal 66 huruf g Peraturan DPR RI Nomor
              1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib bahwa, Badan Legislasi bertugas melakukan pembahasan,
              pengubahan,  dan/atau  penyempurnaan  RUU  yang  secara  khusus  ditugasi  oleh  Badan
              Musyawarah.
              Ketua Rapat, Anggota Dewan, dan hadirin yang kami hormati,  Sesuai dengan penugasan Badan
              Musyawarah kepada Badan Legislasi untuk melakukan pembahasan RUU tentang Cipta Kerja,
              maka Badan Legislasi bersama Pemerintah dan DPD RI telah melaksanakan Rapat sebanyak 64
              kali (2 kali Rapat Kerja, 56 kali Rapat Panja, dan 6 kali Rapat Timus/Timsin), yang dilakukan
              mulai hari Senin s/d minggu (weekend) dari pagi s/d malam (dini hari) bahkan Masa Resespun
              tetap melaksanakan rapat baik di gedung DPR maupun di luar gedung DPR.

              Meskipun pelaksanaan rapat dilakukan dengan jadwal yang ketat, namun pelaksanaan rapat
              tetap  mengikuti  Protokol  Covid-19  dengan  ketat,  yaitu  pembatasan  waktu  rapat  setiap  sesi
              pembahasan, ruangan rapat selalu dibersihkan dengan penyemprotan/pengasapan disinfektan,
              penyinaran dengan sinar UVD dan secara berkala 1 kali dalam seminggu dilakukan swab-test
              untuk Anggota Panja, staf, dan Tim Pendukung.

              Pelaksanaan Rapat ditengah-tengah Pandemi Covid-19 tentunya juga mengalami katerbatasan,
              hambatan,  dan  kendala  yang  harus  dihadapi,  namun  berkat  dukungan,  semangat,  dan  rasa
              tanggungjawab yang tinggi dari seluruh Anggota Baleg (khususnya Anggota Panja) bersama
              Pemerintah dan DPD RI hambatan/kendala yang dihadapi dapat dilalui dengan baik.

              Adapun  terkait  dengan  hasil  pembahasan  RUU  tentang  Cipta  Kerja  dapat  kami  sampaikan
              beberapa hal sebagai berikut:

              1.  RUU  tentang  Cipta  Kerja  merupakan  RUU  yang  disusun  dengan  menggunakan  metode
              Omnibus Law yang terdiri dari 15 Bab dan 174 Pasal yang berdampak terhadap 1203 Pasal dari
              79 UU terkait dan terbagi dalam 7197 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).

              2.  Pembahasan  DIM  dilakukan  oleh  Panitia  Kerja  (Panja)  secara  detail,  intensif,  dan  tetap
              mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat yang dimulai dari tanggal 20 April s/d 3
              Oktober 2020.

              3.  Hal-hal  pokok  yang  mengemuka  dan  mendapatkan  perhatian  secara  cermat  dalam
              pembahasan DIM dan selanjutnya disepakati, antara lain terkait dengan:  a. Dikeluarkannya 7
              UU dari RUU tentang Cipta Kerja, yaitu UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers; UU NOmor 20
              Tahun 2003 tentang Pendidikan Nasional; UU Noor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; UU
              Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi; UU Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan
              Kedokteran; UU Nomor 4 Tahun 2019 tentang Kebidanan; dan UU Nomor 20 Tahun 2014 tentang
              Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.

              b. Ditambahkan 4 UU dalam RUU tentang Cipta Kerja, yaitu UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang
              Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Jo UU Nomor 16 Tahun 2009; UU Nomor 7 Tahun
              1983 tentang Pajak Penghasilan Jo UU Nomor 36 Tahun 2008; UU Nomor 8 Tahun 1983 tentang
              Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Jo. UU Nomor 42
              Tahun 2009; dan UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;  c.
              Kemudahan  dan  kepastian  dalam  proses  perizinan  melalui  OSS  (Online  Single  Submission),
              kemudahan  dalam  mendaftarkan  Hak  Kekayaan  Intelektual  (HAKI);  kemudahan  dalam
              mendirikan  Perusahaan  Terbuka  (PT)  Perseorangan,  kemudahan  dengan  persyaratan  yang
              mudah dan juga biaya yang murah, sehingga ada kepastian legalitas bagi pelaku usaha UMKM;

                                                           628
   624   625   626   627   628   629   630   631   632   633   634