Page 630 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 630

d. Sertifikasi halal, dimana dilakukan percepatan dan kepastian dalam proses sertifikasi halal dan
              bagi UMK diberikan kemudahan dan biaya ditanggung pemerintah, serta memperluas Lembaga
              Pemeriksa  Halal  yang  dapat  dilakukan  oleh  Ormas  Islam  dan  Perguruan  Tinggi  Negeri;    e.
              Keterlanjuran  perkebunan  masyarakat  di  kawasan  hutan,  dimana  masyarakat  akan  dapat
              memiliki kepastian pemanfaatan atas keterlanjuran lahan dalam kawasan hutan, dimana untuk
              lahan masyarakat yang berada di kawasan konservasi masyarakat tetap dapat memanfaatkan
              hasil  perkebunan  dengan  pengawasan  dari  pemerintah;    f.  Perizinan  berusaha  untuk  kapal
              perikanan,  akan  dilakukan  penyederhanaan  yang  dilakukan  melalui  satu  pintu  di  KKP  dan
              Kementerian Perhubungan memberikan dukungan melalui standar keselamatan;  g. Perumahan
              bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), Pemerintah akan mempercepat pembangunan
              rumah  bagi  MBRyang  dikelola  khusus  oleh  Badan  Percepatan  Penyelenggaraan  Perumahan
              (BP3);  h. percepatan reformasi agraria, pemerintah akan mempercepat reformasi agraria dan
              redistribusi  tanah  yang  akan  dilakukan  oleh  Bank  Tanah;    i.  kewenangan  Pemda  tetap
              dipertahankan sesuai dengan asas otonomi daerah dalam bingkai NKRI yang pelaksanaannya
              disesuaikan  dengan  Norma,  Standar,  Prosedur,  dan  Kriteria  (NSPK)  yang  ditetapkan  oleh
              Pemerintah  Pusat,  sehingga  akan  terjadi  suatu  standar  pelayanan  bagi  seluruh  daerah;    j.
              Peningkatan  perlindungan  kepada  pekerja,  Pemerintah  menerapkan  Program  Jaminan
              Kehilangan Pekerjaan (JKP) dengan tidak mengurangi manfaat JKK, JKm, JHT, dan JP yang tidak
              menambah beban iuran dari pekerja atau pengusaha;  k. Persyaratan Pemutusan Hubungan
              Kerja (PHK), persaratannya tetap mengikuti aturan dalam UU tentang Ketenagakerjaan dan RUU
              tentang Cipta Kerja tidak menghilangkan hak cuti haid dan cuti hamil yang diatur dalam UU
              Ketenagakerjaan;  l. kebijakan kemudahan berusaha, untuk semua pelaku usaha, mulai dari
              UMKM,  Koperasi,  sampai  usaha  besar,  serta  penguatan  kelembagaan  UMKM  dan  Koperasi
              melalui berbagai kemudahan dan fasilitas berusaha;  m. kebijakan menerapkan 1 (satu) peta
              (one map policy) yang dituangkan dalam RTRW yang mengintegrasikan tata ruang darat, tata
              ruang pesisir dan pulau-pulau kecil, tata ruang laut, serta tata ruang kawasan terutama kawasan
              hutan, sehingga ada kepastian hukum bagi pelaku usaha;  n. pengaturan Tenaga Kerja Asing
              (TKA), setiap pemberi kerja TKA harus memiliki rencana penggunaan TKA yang disahkan oleh
              Pemerintah Pusat, pemberi kerja orang perseorangan dilarang mempekerjakan TKA, dan TKA
              dilarang menduduki jabatan yang mengurusi personalia; dan  o. pengaturan mengenai kebijakan
              kemudahan berusaha di Kawasan Ekonomi, pelaksanaan invetasi pemerintah pusat dan proyek
              strategis  nasional,  serta  pelayanan  administrasi  pemerintahan  untuk  memudahkan  prosedur
              birokrasi dalam rangka cipta kerja.

              RUU  tentang  Cipta  Kerja  hasil  pembahasan  terdiri  dari  15  Bab  dan  185  Pasal  yang  berarti
              mengalami  perubahan  dari  sebelumnya  15  bab  dan  174  Pasal  dengan  sistematika  sebagai
              berikut:    Bab  I  :  Ketentuan  Umum    Bab  II  :  Asas,  Tujuan,  dan  Ruang  Lingkup    Bab  III  :
              Peningkatan Ekosistem Investasi dan Kegiatan  Berusaha  Bab IV : Ketenagakerjaan  Bab V :
              Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi,  Usaha Mikro Kecil dan Menengah  Bab
              VI : Kemudahan Berusaha  Bab VII : Dukungan Riset dan Inovasi  Bab VIII : Pengadaan Tanah
              Bab IX : Kawasan Ekonomi  Bab X : Investasi Pemerintah Pusat dan Proyek Strategis  Nasional
              Bab  XI  :  Pelaksanaan  Administrasi  Pemerintahan  untuk    Mendukung  Cipta  Kerja    Bab  XII  :
              Pengawasan dan Pembinaan  Bab XIII : Ketentuan Lain-Lain  Bab XIV : Ketentuan Peralihan  Bab
              XV : Ketentuan Penutup  Ketua Rapat, Anggota Dewan, dan hadirin yang kami hormati,  Setelah
              melalui pembahasan secara intensif dan mendalam antara Badan Legislasi dengan Pemerintah
              dan DPD RI, maka pada tanggal 3 Oktober 2020 Badan Legislasi menyelenggarakan Rapat Kerja
              bersama Pemerintah dan DPD RI, Pemerintah dalam hal ini diwakili secara fisik oleh Menteri
              Koordinator Perekonomian, Menteri Hukum dan HAM, dan Menteri Ketenagakerjaan, sedangkan
              8 Menteri lainnya yang ditugaskan sesuai Surat Presiden mengikuti secara virtual.

              Rapat  Kerja  dalam  rangka  pengambilan  keputusan  dalam  Pembicaraan  Tingkat  I  atas  hasil
              pembahasan RUU tentang Cipta Kerja dengan agenda mendengarkan pandangan mini fraksi-
              fraksi terhadap hasil pembahasan RUU.


                                                           629
   625   626   627   628   629   630   631   632   633   634   635