Page 634 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 634

pembahasan, tetap menerapkan 3M, dan secara berkala dilakukan  swab-test  terhadap seluruh
              peserta dan pendukung Rapat Panja.
              14. Dari hasil kesungguhan dan kerja keras Panja RUU Cipta Kerja, pada tanggal 3 Oktober 2020,
              Panja RUU Cipta Kerja telah menyampaikan hasil pembahasan RUU Cipta Kerja kepada Badan
              Legislasi DPR RI, yang sekaligus juga penyampaian pandangan mini fraksi-fraksi atas RUU Cipta
              Kerja.

              15. Kami mencatat beberapa pandangan mini fraksi, yaitu:  a) Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Fraksi
              Gerindra, Fraksi Nasdem, Fraksi PKB, Fraksi PAN, dan Fraksi PPP menyatakan menerima dan
              setuju atas RUU Cipta Kerja untuk dibahas Pembicaraan Tingkat II/ Pengambilan Keputusan atas
              RUU  Cipta  Kerja,  dan  menyampaikan  beberapa  catatan  pokok,  yaitu  RUU  Cipta  Kerja  akan
              menjadi instrumen upaya untuk pemulihan ekonomi dan tarnsformasi ekonomi kedepan. Kami
              menangkap pula harapan dari anggota Panja agar RUU Cipta Kerja dapat mengubah "air mata
              penderitaan menjadi air mata kebahagiaan".

              b) Adapun Fraksi Demokrat dan Fraksi PKS menyampaikan kebijakan politik Fraksi Demokrat dan
              Fraksi PKS untuk menolak RUU Cipta Kerja dengan catatan yang berbeda.

              Pentingnya RUU Cipta Kerja untuk merespon kondisi perekonomian terutama akibat dampak
              COVID-19 yang berada dalam tahap pemulihan;  Konsepsi kewenangan Pemerintah Pusat dan
              Pemerintah  Daerah  yang  tetap dalam  bingkai  pelaksanaan  Pasal  4  dan  Pasal  18  UUD  1945,
              Konsepsi untuk tetap memberikan perlindungan dan kepastian hak bagi pekerja/buruh,  Konsepsi
              perlindungan  keselamatan,  keamanan,  kesehatan,  dan  lingkungan,  serta  sumber  daya  alam,
              Semua  konsepsi  tersebut  telah  dibahas  dan  disepakati,  sehingga  menjadi  koridor  dalam
              pembahasan DIM RUU Cipta Kerja. Pada saat keikutsertaan Fraksi Demokrat dalam pembahasan
              DIM, kami mencatat keterlibatan aktif Fraksi Demokrat memberikan berbagai pertimbangan dan
              masukan yang sebagian dapat diterima oleh Panja.

              Ketua, Wakil Ketua dan Para Anggota Dewan Yang Terhormat,  16. Dalam pembahasan RUU
              Cipta  Kerja  tersebut,  kita  telah  pula  menyepakati,  bahwa  RUU  Cipta  Kerja  ini  harus  dapat
              memberikan  manfaat  bagi  semua  pihak,  terutama  untuk  masyarakat,  pelaku  usaha,  dan
              pemerintah. Berbagai manfaat tersebut tertuang dalam rumusan 186 Pasal dan 15 Bab dalam
              RUU Cipta Kerja, antara lain yaitu:  a) Dukungan untuk UMKM: Dengan RUU Cipta Kerja pelaku
              usaha UMKM dalam proses perizinan cukup hanya melalui pendaftaran.

              b) Dukungan untuk Koperasi: kemudahan dalam pendirian koperasi dengan menetapkan minimal
              jumlah 9 orang, dan koperasi diberikan keleluasaan untuk melaksanakan prinsip usaha Syariah,
              serta dapat memanfaatkan teknologi.

              c)  Untuk  Sertifikasi  Halal:  Pemerintah  menanggung  biaya  sertifikasi  untuk  UMK,  dilakukan
              percepatan dan kepastian dalam proses sertifikasi halal, serta memperluas Lembaga Pemeriksa
              Halal, yang dapat dilakukan oleh Ormas Islam dan Perguruan Tinggi Negeri.

              d) Terhadap keterlanjuran perkebunan masyarakat di kawasan hutan, masyarakat diberikan izin
              (legalitas) untuk pemanfaatan atas keterlanjuran lahan dalam kawasan hutan, di mana untuk
              lahan masyarakat yang berada di kawasan konservasi, masyarakat tetap dapat memanfaatkan
              hasil perkebunan dengan pengawasan dari pemerintah.

              e) Untuk Nelayan: yang sebelumnya proses perijinan kapal ikan harus melalui beberapa instansi
              dengan RUU Cipta Kerja cukup hanya diproses di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

              f) Dari sisi Perumahan: backlog perumahan masyarakat dalam RUU Cipta Kerja akan dipercepat
              dan diperbanyak pembangunan rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang
              dikelola oleh Badan Percepatan Penyelenggaraan Perumahan (BP3).


                                                           633
   629   630   631   632   633   634   635   636   637   638   639