Page 633 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 633

Surat  Presiden  Nomor:  R-06/Pres/02/2020  tanggal  7  Februari  2020.  Berkenaan  dengan
              penyampaian RUU Cipta Kerja tersebut, Presiden telah menugaskan kepada Menteri Koordinator
              Bidang  Perekonomian,  Menteri  Hukum  dan  Hak  Asasi  Manusia,  Menteri  Keuangan,  Menteri
              Ketenagakerjaan,  Menteri  Dalam  Negeri,  Menteri  Lingkungan  Hidup  dan  Kehutanan,  Menteri
              Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Energi dan Sumber Daya
              Mineral,  Menteri  Koperasi  dan  Usaha  Kecil  dan  Menengah,  Menteri  Pekerjaan  Umum  dan
              Perumahan Rakyat, dan Menteri Pertanian, baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri, untuk
              mewakil Presiden dalam pembahasan RUU Cipta Kerja di DPR-RI guna mendapatkan persetujuan
              bersama.

              Ketua,  Wakil  Ketua  dan  Para  Anggota  Dewan  Yang  Terhormat,    7.  Sebagaimana  kita  alami
              bersama, saat ini kita sedang fokus melakukan upaya untuk penanganan pandemi Covid-19,
              yang  terjadi  secara  global  dan  memberikan  dampak  yang  siginifkan  dan  fundamental  bagi
              ekonomi dunia dan perekonomian nasional kita.

              8. Sebelum terjadinya pandemi Covid-19, kita telah dihadapkan pada berbagai permasalahan
              yang  perlu  segera  diselesaikan,  yaitu  adanya  hiper-regulasi,  baik  di  tingkat  pusat  maupun
              daerah, yang mencapai 43.604 regulasi, daya saing yang masih tertinggal dari beberapa negara
              di kawasan ASEAN, masing tingginya jumlah tenaga kerja yang tidak bekerja/ kerja tidak penuh
              yang  mencapai  45,8  juta  atau  34%  dari  angkatan  kerja,  belum  penuhnya  perlindungan dan
              pemberdayaan untuk UMKM dan Koperasi.

              9. Pandemi Covid-19 tidak hanya memberikan dampak besar kepada perekonomian nasional
              kita, tetapi juga kepada Pekerja/ Buruh. Untuk itu diperlukan skema perlindungan baru, yang
              melengkapi perlindungan yang sudah ada saat ini, yaitu dengan pelaksanaan Program Jaminan
              Kehilangan Pekerjaan (JKP), yang memberikan manfaat, yaitu: uang tunai (  cash-benefit  ),
              pelatihan (  up grading  /  up skilling  ), dan akses informasi pasar kerja. Dengan demikian bagi
              Pekerja/ Buruh yang mengalami PHK, akan tertap terlindungi dalam jangka waktu tertentu, dan
              dalam mencari pekerjaan baru yang lebih sesuai.

              10. Dapat kami sampaikan bahwa Pemerintah telah melakukan langkah-langkah penanganan
              Covid-19  dan  pemulihan  ekonomi  melalui  beberapa  tahapan,  yaitu:  tahapan  awal  melalui
              tanggap  darurat  yang  dilakukan  oleh  Satgas  Penanganan  Covid-19,  tahapan  rehabilitasi  dan
              pemulihan  ekonomi  yaitu  menyeimbangkan  antara  gas  (pemulihan  ekonomi)  dan  rem
              (penanganan kesehatan), serta tahapan transformasi ekonomi yang akan didorong oleh RUU
              Cipta Kerja.

              Sidang Dewan yang terhormat,  11. Dalam Rapat Paripurna ini, perkenanlah kami menyampaikan
              catatan mengenai dinamika pembahasan RUU Cipta Kerja oleh Panja RUU Cipta Kerja, di mana
              kami telah mengikuti pembahasan bersama dengan Panitia Kerja (Panja) RUU Cipta Kerja sejak
              tanggal 20 Mei 2020 sampai dengan saat ini. Berdasarkan catatan kami, telah dilakukan Rapat
              sebanyak 63 kali (Rapat Panja 56 kali, Rapat Tim Mus/ Tim Sin 6 kali, dan 1 kali Rapat Kerja).
              Rapat-rapat ini merupakan suatu rangkaian pembahasan yang cukup panjang, di tengah situasi
              pandemi Covid-19 yang banyak membatasi aktivitas kita.

              12.  Pada  proses  pembahasan  tersebut,  sangat  banyak  dinamika  yang  terjadi,  tidak  hanya
              berkaitan  dengan  substansi,  tetapi  juga  situasi  dan  kondisi  yang  terjadi  dalam  rapat
              pembahasan. Rapat-rapat yang dilakukan pada saat masa reses, rapat pada hari Sabtu/ Minggu
              (  weekend  ) dan sampai malam/ dini hari, pelaksanaan rapat dilakukan dalam kondisi padamnya
              listrik  di  ruangan  rapat Baleg.  Untuk  itu kami mengucapkan  terima kasih  yang  tulus  kepada
              Ketua, para Wakil Ketua, para Ketua Poksi, dan Anggota Panja dan juga ucapan terima kasih
              kepada Anggota DPD RI yang terus menerus mengikuti seluruh proses pembahasan.

              13.  Meskipun  pembahasan  dilakukan  dalam  jadwal  yang  ketat,  namun  kita  semua  tetap
              mengikuti protokol Covid-19 dengan ketat, antara lain pembatasan waktu rapat untuk setiap sesi
                                                           632
   628   629   630   631   632   633   634   635   636   637   638