Page 652 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 652

Ringkasan

              Omnibus Law  Cipta Kerja yang baru disahkan diklaim menarik lebih banyak proyek investasi
              asing  langsung  (FDI)  masuk  ke  Indonesia.  Ujungnya  akan  memberikan  lebih  banyak
              kesejahteraan bagi pekerja dan masyarakat secara keseluruhan.



              BOS BKPM: OMNIBUS LAW CIPTA KERJA TARIK LEBIH BANYAK INVESTASI ASING

              , JAKARTA -  Omnibus Law  Cipta Kerja yang baru disahkan diklaim menarik lebih banyak proyek
              investasi asing langsung (FDI) masuk ke Indonesia. Ujungnya akan memberikan lebih banyak
              kesejahteraan bagi pekerja dan masyarakat secara keseluruhan.

              Kepala    Badan  Koordinasi  Penanaman  Modal  (BKPM)    Bahlil  Lahadalia  mengatakan  bahwa
              Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau indikator investasi memberikan kontribusi sebesar
              30,61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) triwulan II/2020 jika dibandingkan dengan
              konsumsi dalam negeri yang mencapai 57,85 persen.

              "Investasi dan konsumsi sangat erat kaitannya. Konsumsi terjadi ketika masyarakat memiliki
              daya  beli  dan  daya  beli  dapat  tercipta  jika  masyarakat  memiliki  kepastian  pendapatan.
              Penghasilan dapat dipastikan jika ada pekerjaan.  Di sinilah investasi memegang peran kunci
              dalam menciptakan lapangan kerja," katanya melalui keterangan pers, Selasa (6/10/2020).

              Bahlil  menjelaskan  bahwa  sejak  2015,  iklim  investasi  di  Indonesia  terus  membaik.  Ini  juga
              tercatat dalam peringkat kemudahan berbisnis Indonesia.

              Kala itu, Indonesia menempati peringkat 114. Kemudian terus meningkat menjadi peringkat 109
              pada 2016 dan peringkat 91 pada 2017. Meski berada pada peringkat yang sama, peringkat 73
              pada 2018 dan 2019, Indonesia mencatatkan peningkatan skor pada indeks tersebut. Indonesia
              mencetak 67,96 pada 2018 dan meningkat menjadi 69,6 pada tahun berikutnya.

              "Kami sudah mengalami kemajuan positif, namun masih ada keluhan dari investor. Yang utama
              terkait  perizinan.  Omnibus  Law  memberikan  kepastian  kepada  investor  bahwa  izin  dapat
              diberikan dan dilayani dengan cara yang cepat, mudah, dan pasti," jelasnya.

              Bahlil  menuturkan  bahwa  BKPM  berkomitmen  kuat  melayani  dan  memberikan  fasilitas,  serta
              pengawalan  secara    end-to-end    .  Namun  investor  besar  harus  mau  bekerja  sama  dengan
              perusahaan nasional maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tertuang
              dalam Omnibus Law.

              "Kami berusaha sangat keras untuk melindungi UMKM dan pada saat yang sama akan terjalin
              rantai pasokan antara industri besar dan pengusaha kecil di daerah." ucapnya  Menteri Badan
              Usaha  Milik  Negara  (BUMN)  Erick  Thohir  mengatakan  bahwa  karena  omnibus  law  akan
              memudahkan investor asing beroperasi di Indonesia, maka akan lebih banyak lapangan kerja
              yang mampu menyerap tenaga kerja dari pasar tenaga kerja.

              Dengan  terjaminnya  kesempatan  kerja  dan  jaminan  kerja,  maka  para  pekerja  dapat
              meningkatkan konsumsi rumah tangganya yang akan berkontribusi pada peningkatan PDB.

              Erick  menambahkan  bahwa  sepertiga  perekonomian  Indonesia  digerakkan  oleh  BUMN  yang
              mendukung berbagai program strategis. Pada saat yang sama BUMN terbuka untuk kerjasama
              dengan pihak swasta dan investor asing.

              "Seperti  pembicaraan  tentang  baterai  kendaraan  listrik  (EV)  dengan  perusahaan  dari  China,
              Jepang,  dan  Korea  Selatan,  serta  kerja  sama  dengan  perusahaan  dari  AS  tentang  gasifikasi
              batubara untuk mengurangi impor LPG," katanya..
                                                           651
   647   648   649   650   651   652   653   654   655   656   657