Page 657 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 657

"Banyak dalam ketentuan pasal di UU Cipta Kerja yang membutuhkan pengaturan lebih lanjut.
              Ini bertentangan dengan semangat yang awalnya seakan-akan diusung Omnibus Law yang ingin
              mensimplifikasi kebijakan," katanya.

              Dari aspek hukum ketenagakerjaan, juga terdapat pengaturan pasal yang dinilai janggal pada
              UU  tersebut. Misalnya  perkara  pesangon  untuk pegawai  yang terkena  pemutusan  hubungan
              kerja (PHK).

              Ia menilai aneh UU Cipta Kerja mengatur batas maksimal pesangon. Padahal, seharusnya UU
              mengatur batas minimal. Jika yang diatur batas maksimal, maka perusahaan bisa menentukan
              pesangon jauh dari maksimal.

              "Banyak hal detail sepertinya yang dibuat tergesa-gesa. Dari sisi klaster ketenagakerjaan, banyak
              yang perlu dikaji ulang," lanjutnya.

              Sebelumnya DPR mempercepat Rapat Paripurna pengesahan UU Cipta Kerja pada Senin (5/10).
              Beleid ini menuai banyak kritik dan kontroversi karena dinilai merampas hak rakyat, utamanya
              buruh. Kendati begitu, pemerintah berharap UU Cipta Kerja dapat membantu pemulihan ekonomi
              dan mendorong investasi.

              (fey/gil).




















































                                                           656
   652   653   654   655   656   657   658   659   660   661   662