Page 769 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 769

Judul               Menaker: Prematur simpulkan pekerja rentan PHK akibat UU Cipta
                                    Kerja
                Nama Media          antaranews.com
                Newstrend           Omnibus Law
                Halaman/URL         https://www.antaranews.com/berita/1767565/menaker-prematur-
                                    simpulkan-pekerja-rentan-phk-akibat-uu-cipta-kerja
                Jurnalis            Prisca Triferna Violleta
                Tanggal             2020-10-06 17:03:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Kementerian Ketenagakerjaan
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Narasumber

              neutral - Ida Fauziyah (Menaker) Sangat prematur apabila secara tergesa-gesa menyimpulkan
              bahwa RUU Cipta Kerja ini rentan terhadap PHK bagi pekerja atau buruh. RUU Cipta Kerja ini
              justru ingin memperluas penyediaan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas perlindungan
              bagi  pekerja  atau  buruh,  utamanya perlindungan  bagi  mereka yang  mengalami  PHK  melalui
              program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

              positive - Ida Fauziyah (Menaker) Untuk memastikan bahwa perlindungan yang diinginkan dari
              Undang-Undang Cipta Kerja ini bisa dirumuskan dengan baik bersama dengan stakeholder



              Ringkasan

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan bahwa prematur jika ada yang
              menyimpulkan  kalau  Undang-Undang  Cipta  Kerja  akan  membuat  pekerja  rentan  terkena
              pemutusan hubungan kerja (PHK).     Menurut Menaker, dalam rangka perlindungan kepada
              pekerja  yang  menghadapi  PHK,  RUU  Cipta  Kerja  tetap  mengatur  ketentuan  mengenai
              persyaratan dan tata cara PHK. Selain itu, UU itu tetap memberikan ruang bagi serikat pekerja
              dan buruh memperjuangkan kepentingan anggotanya yang sedang mengalami proses PHK.



              MENAKER: PREMATUR SIMPULKAN PEKERJA RENTAN PHK AKIBAT UU CIPTA
              KERJA

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan bahwa prematur jika ada yang
              menyimpulkan  kalau  Undang-Undang  Cipta  Kerja  akan  membuat  pekerja  rentan  terkena
              pemutusan hubungan kerja (PHK).
              "Sangat prematur apabila secara tergesa-gesa menyimpulkan bahwa RUU Cipta Kerja ini rentan
              terhadap PHK bagi pekerja atau buruh. RUU Cipta Kerja ini justru ingin memperluas penyediaan
              lapangan  kerja  dan  meningkatkan  kualitas  perlindungan  bagi  pekerja  atau  buruh,  utamanya

                                                           768
   764   765   766   767   768   769   770   771   772   773   774