Page 789 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 789

BOS BURUH BANTAH DITAWARI JADI WAKIL MENTERI, PERTEMUAN DENGAN
              PRESIDEN JOKOWI TANPA HASIL
              Pertemuan  Presiden    Joko  Widodo   dengan   Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia
              (KSPI), Said Iqbal,  dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI),  Andi
              Gani Nena Wea, tak membuahkan hasil.

              Pertemuan mereka dilakukan satu jam sebelum  RUU Cipta Kerja  disahkan menjadi UU.

              Mereka menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2020), sekitar
              pukul 13.45 WIB.

              Keduanya sejak awal gencar menolak pembahasan dan pengesahan  RUU Cipta Kerja  menjadi
              UU yang disahkan DPR RI, Senin (5/10/2020).

              Berdasarkan informasi yang dihimpun, pertemuan enam mata itu berlangsung tertutup sekitar
              satu jam.

              Tak lama setelah pertemuan tersebut, DPR memulai rapat paripurna yang salah satu agendanya
              adalah mengesahkan  RUU Cipta Kerja  menjadi UU.

              Hasilnya, RUU yang ditolak para  buruh  dan pekerja itu disahkan menjadi UU.

              Ini sekaligus pertanda bahwa pertemuan Said dan Andi yang menolak  RUU Cipta Kerja  dengan
              Presiden Jokowi tak membawa hasil.

              Ketika dikonfirmasi ihwal topik pertemuan dengan Presiden Jokowi sebelum DPR mengesahkan
              RUU Cipta Kerja  menjadi UU,  Said Iqbal  mengakui, tak ada hasil dari pertemuan tersebut.

              "Tidak ada hasil apa pun," kata Said kepada  Kompas.com,  Senin malam.

              Setelah pertemuan itu, muncul isu di kalangan wartawan bahwa keduanya bakal ditunjuk sebagai
              wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju.

              Said Iqbal sekaligus membantah isu itu.

              "Tidak pernah ada pembicaraan tentang wamen (wakil menteri) dan jabatan lain-lain, hoaks itu,"
              lanjut  Said Iqbal  .

              Lantaran aspirasi  buruh  tak didengar dan  RUU Cipta Kerja  tetap disahkan menjadi UU, KSPI
              dan serikat  buruh  lainnya berencana melalukan mogok nasional pada 6-8 Oktober.


              Sebanyak  32  federasi dan  konfederasi serikat   buruh   dan beberapa  federasi  serikat   buruh
              lainnya siap bergabung dalam unjuk rasa serempak yang diberi nama Mogok Nasional.

              Kurang  lebih  2  juta    buruh    akan  bergabung  dalam  aksi  mogok  nasional  tersebut.  Iqbal
              mengatakan,  mogok  nasional  dilakukan  sesuai  dengan  UU  Nomor  9  Tahun  1998  tentang
              Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

              Selain itu, ialah UU Nomor 21 Tahun 2000, khususnya Pasal 4 yang menyebutkan fungsi serikat
              pekerja salah satunya adalah merencanakan dan melaksanakan pemogokan.

              "Selain itu, dasar hukum mogok nasional yang akan kami lakukan adalah UU Nomor 39 Tahun
              1999 tentang HAM dan UU Nomor 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional
              tentang Hak-Hak Sipil dan Politik," kata  Said Iqbal  .

              Dalam aksi mogok nasional nanti,  buruh  akan menyuarakan tolak Omnibus Law  RUU Cipta
              Kerja.
                                                           788
   784   785   786   787   788   789   790   791   792   793   794