Page 792 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 792

negative - Ronny P. Sasmita (Executive Director at Indonesia Economic Action Institution) Nah,
              terkait posisi Indonesia yang kurang jelas dalam konstelasi perang dagang, baik soal Huawei,
              Tiktok, dan Wechat, soal Uighur, soal Hong Kong, soal Taiwan, soal Laut China Selatan, dan
              lainya.  Maka  sudah  bisa  diperkirakan  bahwa  Indonesia  belum  akan  menjadi  prioritas  dalam
              perpindahan investasi Amerika dari China

              negative - Bhima Yudhistira Adhinegara (Ekonom Indef) Bahkan dengan dicabutnya hak hak
              pekerja dalam omnibus law, tidak menutup kemungkinan persepsi investor khususnya negara
              maju jadi negatif terhadap indonesia. Investor di negara maju sangat menjunjung fair labour
              practice dan decent work dimana hak hak buruh sangat dihargai bukan sebaliknya menurunkan
              hak buruh berarti bertentangan dengan prinsip negara maju



              Ringkasan

              Jutaan buruh dan pekerja mulai Senin hari ini (6/10/2020) hingga Kamis (8/10/2020) mendatang
              kompak melakukan aksi mogok kerja nasional guna menentang pengesahan Rancangan Undang-
              Undang (RUU) Omnibus Law  Cipta Kerja  menjadi Undang-Undang (UU).  Sikap berbeda diambil
              Konfederasi Serikat Pekerja (KSP), yang mengajak anggotanya untuk tetap bekerja meski tidak
              setuju dengan pengesahan tersebut. Kelompok ini memilih mengajukan gugatan Judicial Review
              melalui Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bentuk penolakan.

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah,  menegaskan  pembahasan  RUU  Cipta  Kerja  telah
              dijalankan secara Tripartit dan sesuai dengan kesepakatan antar pihak yang terkait.  Menurutnya
              Pemerintah menegaskan bahwa proses penyusunan RUU Cipta Kerja sejatinya telah melibatkan
              partisipasi  publik,  baik  unsur  pekerja/buruh  yang  diwakili  serikat  pekerja/serikat  buruh,
              pengusaha, kementerian/lembaga, praktisi dan akademisi dari perguruan tinggi serta lembaga
              lainnya, seperti International Labour Organization (ILO).



              SERIKAT PEKERJA BUMN TOLAK IKUT MOGOK KERJA NASIONAL, INI ALASAN

              Jutaan buruh dan pekerja mulai Senin hari ini (6/10/2020) hingga Kamis (8/10/2020) mendatang
              kompak melakukan aksi mogok kerja nasional guna menentang pengesahan Rancangan Undang-
              Undang (RUU) Omnibus Law  Cipta Kerja  menjadi Undang-Undang (UU).

              Sikap  berbeda  diambil  Konfederasi  Serikat  Pekerja  (KSP),  yang  mengajak  anggotanya  untuk
              tetap  bekerja  meski  tidak  setuju  dengan  pengesahan  tersebut.  Kelompok  ini  memilih
              mengajukan  gugatan  Judicial  Review  melalui  Mahkamah  Konstitusi  (MK)  sebagai  bentuk
              penolakan.

              Sekretaris Jenderal KSP BUMN Achmad Yunus mengatakan, pihaknya tetap memprotes UU  Cipta
              Kerja    lantaran  aturan  baru  ini  bakal  lebih  menguatkan  perusahaan  dan  justru  melemahkan
              pekerja.

              "Intinya, kami sependapat dengan organisasi yang lain bahwa disahkannya RUU ini menjadi UU
              mengkonfirmasi bahwa demokrasi kita dibangun dari, untuk dan oleh kapitalisme," ujar Yunus
              kepada Selasa (6/10/2020).

              Namun,  ia  menambahkan,  para  pekerja  yang  mencari  nafkah  di  perusahaan  pelat  merah
              berdedikasi untuk tetap bekerja lantaran masyarakat Indonesia masih membutuhkan kehadiran
              BUMN di tengah krisis pandemi saat ini.




                                                           791
   787   788   789   790   791   792   793   794   795   796   797