Page 76 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 76
Judul Ancaman Pemutusan Kerja Buruh
Nama Media koran.tempo.co
Newstrend PPKM Darurat
Halaman/URL https://koran.tempo.co/read/ragam/466334/serikat-pekerja-
menyebutkan-banyak-buruh-terancam-phk-dan-pemotongan-upah-
selama-ppkm-darurat?
Jurnalis Ali Nur Yasin
Tanggal 2021-07-15 00:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan setuju atas
pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Namun dia meminta
pemerintah juga memastikan agar tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak buruh.
ANCAMAN PEMUTUSAN KERJA BURUH
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan setuju atas
pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Namun dia meminta
pemerintah juga memastikan agar tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak buruh.
“Terus terang, saat ini ancaman ledakan PHK sudah di depan mata. Karena saat ini sudah banyak
perusahaan yang mengajak serikat pekerja berunding untuk membicarakan program
pengurangan karyawan,” kata Said Iqbal, Rabu, 14 Juli 2021.
Dengan adanya wacana perpanjangan PPKM darurat kedua, kata Iqbal, sudah ada pekerja yang
dirumahkan dan bisa dipastikan upahnya terancam akan dipotong. Buruh meminta agar
pengusaha nakal yang melakukan pemutusan kerja di tengah masa pandemi dan memotong
upah buruh ditindak tegas.
KSPI meminta pelaksanaan PPKM darurat diikuti dengan perlindungan terhadap hak-hak buruh.
Secara bersamaan, pihaknya menyatakan dukungannya kepada vaksinasi yang dibiayai oleh
negara dalam rangka mempercepat berakhirnya pandemi Covid-19. Kendati demikian, dia tidak
setuju atas vaksinasi berbayar yang bisa dipastikan akan terjadi komersialisasi vaksin.
Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah tingkat penularan Covid 19 di
kluster perusahaan. Di beberapa perusahaan, KSPI memperkirakan buruh yang terjangkit virus
corona angkanya mencapai 10 persen. Bahkan tidak sedikit buruh yang meninggal.
“Persoalannya adalah para buruh tidak mempunyai uang lebih untuk membeli vitamin dan obat-
obatan saat isolasi mandiri,” kata Said.
75

