Page 73 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 73
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik (Inaplas), Fajar Budiyono,
mengatakan jumlah pekerja di bidang administrasi yang bekerja ke kantor sudah di bawah 50
persen. Dia berujar, karena masuk kategori sektor kritikal, industri olefin, aromatik, dan plastik
masih boleh beroperasi.
Fajar menjelaskan, anggota Inaplas yang bergerak di sektor hulu tidak termasuk sektor padat
karya. Sementara itu, anggota Inaplas di sektor hilir masuk kategori padat karya. “Kami sudah
mematuhi protokol kesehatan plus,” ia menegaskan.
Salah satu contohnya, kata Fajar, perusahaan menyediakan fasilitas antar-jemput pekerja untuk
menekan laju penularan virus. Menurut dia, bisa saja industri mengurangi jam kerja, tapi
produksi dipastikan akan berkurang. Terlebih, pekerjaan produksi tidak bisa dilakukan dari
rumah. “Kami sebetulnya sudah mengurangi jumlah shift dari tiga menjadi dua,” kata Fajar.
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya meminta
Kementerian Ketenagakerjaan menata ulang jam kerja buruh. Dia menilai ada beberapa hal yang
bisa dilakukan dalam menata ulang jam dan hari kerja buruh. Misalnya, menerapkan mekanisme
sehari bekerja di kantor, sehari selanjutnya bekerja dari rumah (WFH).
“Kalau seharusnya dia bekerja sebulan 30 hari, ini menjadi 15 hari. Jadi, sehari di rumah, sehari
di tempat kerja. Aturan ini juga bertujuan menghindari para pekerja ‘dirumahkan’,” ujar Luhut
pada Selasa lalu.
Supaya sistem kerja itu tak disalahtafsirkan perusahaan dengan mengartikan WFH sebagai
bekerja tanpa upah, Luhut meminta Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyusun aturan
yang jelas untuk diterjemahkan melalui peraturan menteri atau instruksi Menteri Dalam Negeri.
72

