Page 434 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 OKTOBER 2020
P. 434

UU CIPTA KERJA TAK MENGHAPUS HAK CUTI HAID DAN MELAHIRKAN

              Pekerja Outsourcing Tetap Dapat Jaminan Perlindungan Upah dan Kesejahteraan  Jakarta, .

              Menaker  Ida  Fauziyah  mengatakan,  UU  Cipta  Kerja  tetap  mengatur  syarat-syarat  dan
              perlindungan hak bagi pekerja /buruh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), yang menjadi
              dasar penyusunan perjanjian kerja. UU Cipta Kerja mengatur perlindungan tambahan, berupa
              kompensasi kepada pekerja/buruh, pada saat berakhirnya PKWT.

              "UU Cipta Kerja, juga memberikan perlindungan kepada pekerja/buruh yang meng hadapi proses
              Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Artinya, UU Cipta Kerja tetap mengatur ketentuan mengenai
              persyaratan  dan  tata  cara  PHK.  Serta  tetap  memberikan  ruang  bagi  Serikat  Pekerja/Serikat
              Buruh, dalam memperjuangkan kepentingan anggota nya yang sedang mengalami proses PHK,"
              papar Ida Fauziyah dalam sosialisasi UU Cipta Kerja pada Kadisnaker se Indonesia.

              Menaker  menyebutkan,  sosialisasi  UU  Cipta  Kerja  ini  sangat  diperlukan,  mengingat  banyak
              menjadi perbincangan di masyarakat. Terutama terkait beredar nya isue atau hoaks. Sehingga
              menimbulkan persepsi yang salah dan tidak dapat dipertanggung jawabkan.

              Disebutkan, besaran pesangon, diatur, sehingga pekerja mendapatkan kepastian pembayaran
              pesangon dan mendapat tambahan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). yang mengatur agar
              pekerja  yang  terkena  PHK,  mendapatkan  manfaat  lain,  berupa  Cash  benerin,  peningkatan
              pompetisi (upskilling) dan akses pada kesempatan kerja yang baru.

              Dalam  UU  Cipta  Kerja,  tetap  mengatur  hal-hal  dan  perlindungan  upah  bagi  pekerja  /buruh
              Sebagaimana peraturan perUndang-Undangan eksisting UU No. 13/2003 dan PP No 78/2015.
              Selanjutnya akan diatur dalam PP yang baru.

              UU Cipta Kerja juga terdapat penegasan variabel dan formula dalam penetapan Upah Minimum
              Kabupaten/Kota (UMK), tetap dipertahankan.

              "Dengan adanya kejelasan dalam konsep penetapan UMK, maka UU Cipta Kerja menghapus
              ketentuan  mengenai  penangguhan  pembayaran  upah  minimum.  Dalam  upaya  memperkuat
              perlindungan upah bagi pekerja/buruh, serta meningkatkan pertumbuhan sektor usaha mikro
              dan kecil, maka UU Cipta Kerja mengatur ketentuan pengolahan bagi sektor usaha mikro dan
              kecil," tambah Ida Fauziyah.

              Adapun  syarat-syarat  dan  perlindungan  hak  bagi  pekerja/buruh  dalam  kegiatan  alih  daya
              (outsourcing),  masih  tetap  dipertahankan.  Bahkan  UU  Cipta  Kerja  ini  memasukkan  prinsip
              pengalihan perlindungan hal-hal bagi pekerja/ buruh. Apabila terjadi pergantian perusahaan alih
              daya  sepanjang  obyek  pekerjaan  nya  masih  ada.  Hal  ini  sesuai  dengan  amanat  putusan
              Mahkamah Konstitusi (MK) No 27/PUU-IX/2011.

              "Disamping  itu,  dalam  pengawasan  terhadap  perusahaan  alih  daya,  UU  Cipta  Kerja  juga
              mengatur  syarat-syarat  perizinan  terhadap  perusahaan  alih  daya.  Yang  ter-integrasi  dalam
              sistem Online Single Submission (OSS)," ujar Menaker.

              Dikatakan, ketentuan mengenai waktu kerja dan waktu istirahat, tetap diatur seperti UU eksisting
              (UU No. 13/2003). Dan menambah ketentuan baru mengenai pengaturan waktu kerja dan waktu
              istirahat  pada  sektor  usaha  dan  pekerjaan  tertentu.  Hal  ini  untuk  meng-  akomodir  tuntutan
              perlindungan pekerja/buruh pada bentuk-bentuk hubungan kerja dan sektor tertentu. yang di
              era ekonomi digital saat ini, berkembang secara dinamis.

              Jumlah jam kerja, sama seperti UU Ketenagakerjaan. UU Cipta Kerja juga tidak menghapus hak
              cuti haid dan cuti melahirkan. Pekerja outsourcing tetap mendapat jaminan perlindungan upah


                                                           433
   429   430   431   432   433   434   435   436   437   438   439