Page 431 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 431

HADAPI DISRUPSI DIGITAL, RI DUKUNG PEMBAHASAN POLA KERJA BARU
              ANGGOTA G20
              JAKARTA - Indonesia mendukung pembahasan pola kerja baru dari anggota G20 di pertemuan
              G20  Second  Employment  Working  Group  (EWG)  melalui  sambungan  video  pada  hari  Kamis
              malam (15/4/2021).

              Sekjen Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi, mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia
              melalui Kemnaker memiliki beberapa strategi dalam mengatasi tantangan era digitalisasi.

              Di antaranya mengurangi kesenjangan sosial antara Usaha Besar dan Usaha Kecil Menengah.

              "UMKM perlu beralih ke dalam bentuk kewirausahaan berbasis inovasi Digital Fabrication/Talent
              Hub serta memprioritaskan masyarakat yang rentan seperti pengangguran, kelompok NEET (Not
              in  Employment  Education  Training),  penyandang  disabilitas,  pemuda  dan  wanita  yang
              membutuhkan  perlindungan  sosial  dan  insentif  lebih  banyak,"  dalam  keterangannya  Kamis
              (15/4/2021).

              Perkembangan digitalisasi dan dampak pandemi Covid-19 telah menciptakan double-disruption
              terhadap ekosistem ketenagakerjaan.

              Indonesia bersama Negara-negara G20 terus berupaya mencari formulasi pedoman yang tepat
              agar sektor ketenagakerjaan mampu mengimbangi disrupsi tersebut.

              Sekjen Anwar Sanusi menjelaskan, pada era digital saat ini terdapat peluang bagi pemerintah
              dalam mengembangkan daya saing pekerja agar mampu berkarya dan menguasai dunia digital.

              Hal  ini  diperlukan  karena  perkembangan  digitalisasi  dan  dampak  pandemi  Covid-19  telah
              menciptakan double-disruption terhadap ekosistem ketenagakerjaan.

              "Berbagai langkah-langkah diambil pemerintah dalam memanfaatkan peluang ini yang pertama,
              mengoptimalkan partisipasi pekerja dalam era digital; kedua, mengikutsertakan pekerja dalam
              program jaminan sosial publik untuk meningkatkan perlindungan mereka; ketiga, peningkatan
              kompetensi secara berkelanjutan," lanjutnya.

              Sekjen  Anwar  Sanusi  menyatakan,  era  digitalisasi  juga  berpengaruh  terhadap  situasi
              Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
              Karena saat ini bidang ketenagakerjaan mengalami perubahan dalam kondisi kerja, jam kerja,
              serta lingkungan kerja yang dapat menimbulkan potensi bahaya (hazard) baru bidang K3.

              "Dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang kondusif serta memberikan perlindungan
              ketenagakerjaan, pemerintah masih menyusun kebijakan publik yang sejalan dengan munculnya
              Future of Work melalui dialog sosial dengan melibatkan tripartit dalam membangun pasar kerja
              yang fleksibel dan menciptakan lapangan kerja berkualitas," ucapnya.

              Pada pertemuan ini, Sekjen Anwar Sanusi juga menyampaikan dukungan Indonesia terhadap isu
              yang dikemukakan oleh Presidensi G20 Italia, Mr. Carmelo Barbarello, mengenai pola kerja.


              Sekjen Anwar mengharapkan dari pertemuan kedua G20 Employment Working Group (EWG)
              dapat  memberikan  kontribusi  yang  konkrit terhadap  pemulihan  perekonomian  melalui  sektor
              ketenagakerjaan.

              "Saya mendukung Presidensi Italia atas inisiasinya dalam forum EWG II ini untuk membahas
              kontribusi  terhadap  implementasi  G20  Youth  Roadmap  2025  sebagaimana  yang  kita
              komitmenkan pada tahun 2020," kata Sekjen Anwar.


                                                           430
   426   427   428   429   430   431   432   433   434   435   436